Tragedi di Stadion Kanjuruan

Penjelasan Medis Banyak Korban Jiwa Tragedi Stadion Kanjuruhan, Akibat Sesak Nafas Hingga Terjatuh

Penyebab Banyak Korban Jiwa saat Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Dirut RSSA Sebut Akibat Sesak Nafas Hingga Terjatuh Saat Desak-desakan

Editor: Hendrik Budiman
tribunjatim.com/PURWANTO
Tragedi Arema vs Persebaya - Aremania membopong korban kericuhan sepakbola saat laga antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Ratusan orang meninggal dalam tragedi ini. Arema FC kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Penjelasan medis mengenai tewasnya 129 orang, dalam tragedi Arema vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10/2022) malam.

Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Kohar Hari Santoso, banyak korban tewas mengalami trauma pada bagian kepala yang diduga kuat akibat berdesak-desakan dan terinjak-injak oleh kerumunan.

Temuan tersebut diperoleh dari rekam medis para korban tewas yang dievakuasi ke Kamar Mayat RSSA Malang.

Baca juga: Pasca Tragedi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Ada 17 Jenazah Tanpa Identitas di RSSA Malang

"Rata-rata karena berdesak-desakan sehingga ada trauma di kepala, ada trauma dada, karena terinjak," katanya dikutip dari TribunJatim.com, Minggu (2/10/2022).

Disinggung mengenai adanya sesak napas yang sempat dialami para korban sebelum tewas di dalam kerumunan tersebut, Kohar Hari Santoso menegaskan, para korban tewas mengalami trauma akibat berdesak-desakan yang menyebabkan beberapa anggota tubuh bagian vital menopang kehidupan tidak berfungsi maksimal.

"Bukan begitu, karena ada desak-desakan tadi, jadi pasti ketekan dadanya, karena benturan di kepala karena jatuh," pungkasnya.

Ada 17 Jenazah Tanpa Identitas di RSSA Malang

Pasca tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang usai laga Arema FC vs Persebaya, pada Sabtu (1/10/2022) malam, kini masih menyisahkan 17 jenazah tanpa identitas.

Sebanyak 17 jenazah tanpa identitas itu kini sedang berada di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Minggu (2/10/2022).

Jenazah tersebut dibawa oleh relawan menggunakan mobil ambulans dari RS Wava Husada Kepanjen Kabupaten Malang.

"Sampai saat ini ada 17 jenazah yang dikirim dari Kanjuruhan. Yang dirawat atau masih hidup, ada 11 dan masih dalam proses penanganan di IGD," ucap Direktur RSSA Malang, dr Kohar Hari Santoso dikutip dari TribunJatim Network, Minggu (2/10/2022).

Saat ini proses identifikasi jenazah sedang dilakukan oleh RSSA Malang.

Sebab, banyak dari warga yang mendatangi RSSA Malang untuk mencari sanak saudaranya yang hilang pasca kejadian di Stadion Kanjuruhan kemarin.

"Identifikasi kami masih kami lakukan melalui proses dead victim identify. Jadi kami akan mencocokkan data yang dimiliki oleh pihak keluarga, dengan jenazah korban," ujarnya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved