Inspektorat dan Diknas Turun ke Sekolah Usut Dugaan Kekerasan Dialami Siswi SMP Kota Bengkulu

Pemkot Bengkulu menurunkan tim ke sekolah yang menjadi lokasi dugaan kekerasan dialami siswi SMPN di Kota Bengkulu inisial DS pagi ini, Senin.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
http://www.ladbible.com
Ilustrasi kekerasan. Tim dari Inspektorat dan Diknas Kota Bengkulu turun ke sekolah untuk mendalami dugaan kekerasan yang dilakukan oknum kepsek terhadap siswi SMP. 

Saat dibawah siswi tersebut terus berteriak, saat diingatkan untuk diam mendengar arahan. "Idak ibuk, sayo idak salah, " sambil terus teriak. 

"Karena dia melawan gitu, saya pegang tangannya, untuk ikut ke atas. Tapi itu gak lama, saya intropeksi diri agar jangan terbawa emosi, " tukasnya. 

 Setelah itu, lanjutnya, siswi tersebut dirangkul dengan pembina OSIS. Meskipun siswi ini baru kelas VII, namun terus membantah. Akhirnya oleh wakil kesiswaan dan pembina OSIS. Siswi ini dibawa ke ruang BK. 

"Ya sudah saya biarkan, biar kesiswaan yang memproses kan. Saya ke ruang guru, saya pikir sudah diproses kan, karena dia menantang tadi. Saya ngobrol dengan guru BK, saya kan kaget dia datang. "Bu saya minta maaf saya maaf!," Sambil singsingkan tangan bajunya, " katanya. 

Melihat tingkah anak ini, ia pun kaget dan langsung masuk ke ruangannya. Kemudian, anak itu dinasehati guru BK, yang saat itu ada di ruang guru. 

"Anak ini ketok ruangan, dia masuk kan. Dia minta maaf, "Kami minta maaf Bu, kami salah, kami sadar kami minta maaf. Saya jawab,"Oh benar minta maaf, saya jawab. Langsung nangis dia, " tukasnya. 

Terus terang dengan sikap yang seperti itu, katanya, ia belum bisa memaafkan. Dan ia meminta siswi tersebut untuk belajar lebih sopan terhadap orang yang lebih tua. 

"Saya lihat perubahan kamu, saya pantau. Saya mau lihat perubahan kamu, masih tidak sopan atau berubah. Dalam minggu minggu ini," jelasnya. 

Setelah keluar dari ruang kepala sekolah, lanjutnya, ia langsung kembali ke kelas. Dan L pun melanjutkan pekerjaannya. Yang kemudian pergi ke SMPN 4 Kota Bengkulu untuk mengikuti rapat disana. 

"Kalau dia melapor itu berarti dia mengada ada. Semua siswa, guru, ada magang itu lihat. Bisa jadi saksi," jelasnya.

Ia memastikan bahwa semua yang sekolah bisa bersaksi bahwa tidak ada kekerasan yang ia lakukan. Termasuk satpam dan guru yang bawa dia ke ruang BK. Serta kawan atau siswa laki-laki yang diajak mengobrol oleh siswi tersebut. Semua melihat kejadian jumat pagi tersebut. 

"Dari keterangan wakil kesiswaan, sebelum anak itu masuk ke ruangan saya, anak itu sadar, siapa yang dia lawan tadi. Bahwa itu Kepala sekolah," tukasnya. 
 

Baca juga: Ingat! Operasi Zebra Nala 2022 Dimulai 3-16 Oktober, Berikut Pelanggaran yang Ditindak

Baca juga: BREAKING NEWS: Partai NasDem Usung Anies Baswedan Jadi Bakal Capres 2024


 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved