Eksploitasi Anak di Bengkulu

Marak Prostitusi Online di Bengkulu Via Aplikasi MiChat, Ini Respon Kominfo Provinsi Bengkulu

Hingga saat ini, Redhwan mengaku pihaknya belum menerima adanya laporan atau keluhan terkait pengggunaan aplikasi MiChat di Provinsi Bengkulu.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Dua tersangka eksploitasi anak di Kota Bengkulu saat digiring salah satu petugas kepolisian, Senin (3/10/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Maraknya postitusi online lewat aplikasi MiChat di Bengkulu, teranyar seorang siswi yang baru berusia 13 tahun dieksploitasi oleh 3 tersangka yang juga masih remaja beberapa minggu terakhir.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Bengkulu Redhwan Arif mengatakan pihaknya masih melakukan pemantauan terhadap aplikasi MiChat tersebut.

"Kita tidak bisa langsung mengeksekusi aplikasi ini. Namun kami akan melaporkan terlebih dahulu kepada pimpinan dan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan berbagai pihak untuk meminta saran," kata Redhwan.

Hingga saat ini, Redhwan mengaku pihaknya belum menerima adanya laporan atau keluhan terkait pengggunaan aplikasi MiChat di Provinsi Bengkulu.

"Kita belum menerima laporan keberatan terkait aplikasi ini, tetapi ini menjadi permasalahan bersama baik itu dari Kominfo, Polri, media massa dan masyarakat itu sendiri," ujarnya.

Meski begitu, pihak Kominfo Provinsi Bengkulu mengaku prihatin dengan adanya kasus eksploitasi anak dibawah umur di Kota Bengkulu yang dilakukan oleh tiga orang remaja.

"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan aplikasi, jangan sampai kita pengguna aplikasi atau media sosial menjadi korban," ucap Redhwan.

Kronologi Kejadian Siswi SMP Dijual Via MiChat

Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bengkulu menjadi korban eksploitasi atau perdagangan manusia sejak, Rabu (21/9/2022) lalu.

Kasatreskrim Polres Bengkulu, AKP Welliwanto Malau menjelaskan, kejadian tersebut berawal saat korban CH (13) dijemput oleh 2 teman korban yakni MRA (15) dan IM di depan gang rumahnya.

Kemudian korban disetubuhi oleh MRA di Hotel Oasis yang berada di Kelurahan Lempuing Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu.

Baca juga: 3 Tersangka Perdagangan dan Eksploitasi Anak di Bengkulu Akan Dapat Pendampingan dari Bapas

Setelah satu pekan bersama MRA, korban kemudian bertemu dengan AZ di Hotel Pattaya Kota Bengkulu dan korban pun diminta melayani seorang laki-laki yang didapatkan melalui aplikasi MiChat.

Tak berhenti sampai disitu, korban pun ditawarkan oleh tersangka lainnya NAR (16) kepada dua orang lelaki hidung belang.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved