Sidang Oknum Polisi Aniaya ART

Fakta Baru Sidang Oknum Polisi Aniaya ART di Bengkulu, Istri Pelaku Sempat Bawa Uang Damai ke Korban

Dalam persidangan yang kembali digelar di Pengadilan Negeri Bengkulu, pada Rabu (5/10/2022) dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Hendrik Budiman
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Persidangan kasus penganiayaan terhadap Yesi Apriliya Asisten Rumah Tangga (ART) yang dilakukan oleh terdakwa oknum polisi Bripka Beni Ardiansyah dan istrinya Lediya Eka Restu, kembali digelar di Pengadilan Negeri Bengkulu, Rabu (5/10/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Fakta baru terkuak dalam persidangan kasus penganiayaan terhadap Yesi Apriliya Asisten Rumah Tangga (ART) yang dilakukan oleh terdakwa oknum polisi Bripka Beni Ardiansyah dan istrinya Lediya Eka Restu.

Dalam persidangan yang kembali digelar di Pengadilan Negeri Bengkulu, pada Rabu (5/10/2022) dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa Beni dan Lediya.

Dalam keterangan yang disampaikan oleh Lediya, sebelumnya Lediya sempat membawa sejumlah uang kepada keluarga Yesi.

Baca juga: BREAKING NEWS: Belajar dari YouTube, Pemuda di Rejang Lebong Nekat Bikin STNK dan BPKB Palsu

Sejumlah uang ini dibawa oleh Lediya untuk membayarkan gaji Yesi yang sebelumnya selama 6 bulan tidak dibayarkan oleh Lediya, selama Yesi bekerja sebagai ART.

Namun, ternyata bukan hanya uang untuk pembayaran gaji saja yang dibawa oleh Lediya.

Termasuk sejumlah "uang damai" untuk meminta pihak keluarga Yesi mencabut laporannya kepada pihak kepolisian.

"Setelah Yesi keluar dari rumah, memang ada keinginan terdakwa Lediya, sudah mendatangi rumahnya Yesi. Namun, karena kondisinya tidak kondusif, maka tidak jadi menyerahkan gajinya," ungkap Pengacara terdakwa, Irvan Yudha Oktara kepada TribunBengkulu.com, Rabu (5/10/2022).

Baca juga: Sidang Oknum Polisi Siksa ART di Bengkulu, Ketua RT Kaget Lihat Luka Memar & Bekas Luka Bakar Korban

Bahkan setelah itu, kedua belah pihak juga sempat dimediasi oleh pihak ketiga, untuk mencapai kesepakatan perdamaian.

Sayangnya, tidak menemui jalan tengah kedua belah pihak berdamai, karena tidak adanya kesepakatan antara keduanya.

"Tadi sudah disampaikan juga disidang, diakui bahwa pernah ada difasilitasi pihak ketiga untuk perdamaian. Namun karena permintaan kompensasinya cukup besar, seperti tadi disampaikan Rp 500 juta. Itulah yang membuat sampai hari ini faktor perdamaiannya agak terlambat," ujar Irvan.

Uang sebesar Rp 500 juta tersebut diakui oleh terdakwa dalam persidangan merupakan permintaan dari pihak keluarga sebagai uang kompensasi apabila mau berdamai.

Baca juga: Pengacara Oknum Polisi Aniaya ART di Bengkulu Bantah Adanya Penyiksaan dan Lancar Bayarkan Gaji

Informasi tersebut disampaikan oleh Lediya yang sebelumnya telah difasilitasi pihak ketiga untuk melakukan perdamaian.

"Terkait keterangan adanya upaya damai ini baru disampaikan oleh terdakwa dalam persidangan hari ini setelah tadi dipancing Jaksa," kata Irfan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved