Breaking News:

Pedagang Pantai Panjang Masih Dihantui Pohon Tumbang, Ketua Pedagang: Bingung Lapor ke Mana

Pedagang yang ada di kawasan Pantai Panjang Bengkulu masih dihantui oleh potensi pohon tumbang yang bisa kapan saja terjadi di kawasan tersebut.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Akibat angin kencang 3 pohon tumbang di kawasan Pantai Panjang dan menimpa warung rujak, Selasa (4/10/2022). Pedagang yang ada di kawasan Pantai Panjang Bengkulu masih dihantui oleh potensi pohon tumbang. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pedagang yang ada di kawasan Pantai Panjang Bengkulu masih dihantui potensi pohon tumbang yang bisa kapan saja terjadi di kawasan tersebut.

Bahkan pada hari Selasa (4/10/2022) sebanyak 3 pohon sekaligus tumbang dan menimpa warung milik pedagang akibat angin kencang.

Ketua Pedagang Pantai Panjang Bengkulu, Yanmex mengatakan masih banyak pohon cemara di kawasan Pantai Panjang Bengkulu yang berpotensi untuk rubuh.

"Masih banyak pohon yang masih berpotensi untuk tumbang dan membahayakan pedagang dan pengunjung di sini," kata Yanmex.

Namun pedagang yang berjualan di wilayah Pantai Panjang Bengkulu masih bingung mau lapor ke mana apabila kembali ada kejadian pohon tumbang di kawasan tersebut.

Kebingungan masyarakat terjadi karena kurangnya respon dari pemerintah daerah.

Misalnya saja seperti kejadian pohon tumbang yang terjadi menimpa warung rujak milik salah satu pedagang di kawasan Pantai Panjang Bengkulu siang ini.

Menurut Yanmex sejak sebelum pohon tersebut tumbang, dirinya sudah melaporkan adanya potensi pohon tumbang kepada pihak Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Bengkulu, melalui pesan WhatsApp.

Pesan WhatsApp tersebut sudah dibaca dan direspon oleh pihak Dispar Provinsi Bengkulu.

Di mana dalam pesan yang disampaikan pada Yanmex, Dispar menyatakan aduan tersebut sudah disampaikan kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu.

Namun hingga TribunBengkulu.com melakukan wawancara dengan Yanmex, pihak BPBD Provinsi Bengkulu yang dimaksud tidak kunjung tiba.

"Kata Dispar Provinsi tadi sudah dilaporkan ke BPBD Provinsi, karena saya bingung juga, mau lapor ke kota katanya wilayah ini sudah jadi wilayah Provinsi Bengkulu," ungkap Yanmex kepada TribunBengkulu.com, Selasa (5/10/2022).

Maka dari itu saat ini pedagang bingung jika ada kejadian serupa mau laporan kepada siapa.

Karena jika sudah ada kejadian sepeti ini tentunya para pedagang akan meminta untuk cepat dievakuasi.

Apalagi kawasan ini merupakan kawasan tempat wisata, yang banyak dikunjungi oleh masyarakat Bengkulu dan luar Bengkulu.

"Yang punya warung ini misalnya, menurut laporannya dia sudah lapor ke dinas terkait, minta pohon ini ditebang atau dipangkas paling tidak. Tapi tidak ada respon, nah sekarang seperti inilah contoh kejadian," ujar Yanmex.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Bengkulu Hari Ini 5 Oktober 2022: Waspada Hujan Lebat di 7 Kabupaten/Kota

 
 
 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved