Sidang Kasus Aborsi Mahasiswi Bengkulu

Sidang Kasus Aborsi Mahasiswi Bengkulu: Pasangan Suami Istri Ini Didakwa Pembunuhan Berencana

Terdakwa kasus aborsi mahasiswi Bengkulu, yakni pasangan suami istri didakwa atas kasus pembunuhan berencana.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Sidang perdana kasus aborsi mahasiswi Bengkulu di Pengadilan Negeri Bengkulu, Rabu (5/10/2022). Terdakwa, yakni pasangan suami istri yang menikah saat menjalani penahanan didakwa atas pembunuhan berencana. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Terdakwa kasus aborsi mahasiswi Bengkulu, yakni pasangan suami istri Thomas dan Wike didakwa atas kasus pembunuhan berencana.

Kedua pasangan kekasih yang menikah di Polres Bengkulu saat menjalani penahanan atas kasus aborsi didakwa dengan 3 pasal yaitu, pertama Pasal 77A ayat (1) Jo Pasal 45 A Undang-Undang Nomor 34 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dua terdakwa kasus aborsi mahasiswi Bengkulu juga didakwa atas Pasal 194 Jo Pasal 75 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun Tahun 2009 tentang Kesehatan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Lalu ancaman pidana sebagaimana yang diatur dalam Pasal 340 KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Iya termasuk kategori pembunuhan berencana. Dari dakwaan pertama pasal 75 kalau tidak salah, juncto pasal 77, kemudian 340 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," ungkap pengacara atau Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Endah usai mengikuti sidang Rabu (5/10/2022).

Namun terkait keterangan saksi yang dihadirkan hari ini,  PH terdakwa masih mempertanyakan saat terdakwa pergi ke rumah sakit yang disinyalir dalam kondisi hamil.

Masih menjadi pertanyaan PH, kenapa sampai pihak medis tidak melakukan tindakan secara langsung.

Karena menurutnya, harusnya pihak rumah sakit langsung melakukan tindakan ketika mengetahui bahwa terdakwa Wike datang dalam keadaan hamil.

"Artinya di sini masih patut kita pertanyakan juga, kalaupun misal diketahui hamil, kan pasti ada tindakan atau saran supaya janin itu dipelihara sehat agar bisa lahir dengan selamat," ujar Endah.

Terkait hal tersebut, Endah mengatakan masih akan didalami oleh pihaknya dalam penyampaian keterangan selanjutnya.

Sementara itu untuk meringankan hukuman kedua terdakwa, sampai saat ini PH mengaku masih belum menemukan celahnya.

Namun kemungkinan ke depan, pihaknya akan mencari apakah ada saksi yang bisa dihadirkan untuk meringankan hukuman kedua terdakwa nantinya.

"Untuk menghadirkan saksi yang meringankan, nanti akan kita koordinasikan dulu dengan kuarga apakah ada saksi yang meringankan. Nanti selanjutnya kita kasih tau," kata Endah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved