Sidang Kasus Aborsi Mahasiswi Bengkulu

Sidang Perdana Kasus Aborsi Mahasiswi Bengkulu hingga Lahirkan Bayi di Kamar Mandi Rumah Sakit

Sidang perdana kasus aborsi mahasiswi Bengkulu yang lahirkan bayi di kamar mandi rumah sakit digelar perdana di Pengadilan Negeri Bengkulu.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Sidang perdana kasus aborsi mahasiswi Bengkulu di Pengadilan Negeri Bengkulu, Rabu (5/10/2022).  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sidang perdana kasus aborsi mahasiswi Bengkulu yang lahirkan bayi di kamar mandi rumah sakit digelar perdana di Pengadilan Negeri Bengkulu, Rabu (5/10/2022).

Dalam sidang perdana kasus aborsi mahasiswi Bengkulu ini ada sebanyak 7 orang saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Di antaranya mulai dari dokter dan tim medis dari rumah sakit Raflesia, polisi hingga saudara dari terdakwa Thomas yang mengantarkan terdakwa Wike ke rumah sakit.

"Dari keterangan para saksi kalau kita dengarkan tidak begitu memberatkan ya, artinya di sini mereka hanya melakukan sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur (SOP)," ungkap Kuasa hukum terdakwa, Endah usai mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri Bengkulu, Rabu (5/10/2022).

Dalam keterangan saksi Ketima, saudara dari Thomas, pemilik kosan tempat dititipkan Wika dan yang menemaninya saat ke rumah sakit mengaku pada saat di kosan melihat ada darah di bagian celana Wike.

Selanjutnya setelah membawa Wike ke Rumah Sakit Raflesia bersama Thomas, Ketima mengaku tidak pernah memberitahu orangtua Thomas ataupun orang tua Wika atas keadaan Wika yang telah melahirkan di rumah sakit.

"Dari keterangan saksi yang merupakan saudara dari terdakwa Thomas tadi, dia mengaku tidak mengetahui kalau terdakwa Wika dalam keadaan hamil," ujar Endah.

Diberitakan TribunBengkulu.com sebelumnya, dua remaja di Kota Bengkulu diamankan polisi pada Minggu (26/6/2022) usai melakukan tindakan aborsi janin berumur 7 bulan di salah satu losmen di Kota Bengkulu.

Keduanya telah melakukan percobaan aborsi sebanyak dua kali dalam beberapa waktu terakhir.

Diketahui kedua terduga pelaku yakni TY (18) yang merupakan pemuda asal Desa Muara Danau Kecamatan Seginim, Bengkulu Selatan dan seorang mahasiswi berinisial WW (18) asal Desa Gunung Bantan, Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma.

Keduanya diamankan Polres Bengkulu pada Minggu (26/6/2022) sore di rumah sakit Rafflesia Kota Bengkulu.

Kejadian ini bermula, pada Sabtu (25/6/2022) sekira pukul 16.00 WIB. Keduanya melakukan aborsi di salah satu losmen yang ada di Kota Bengkulu.

Kandungan terduga pelaku WW itu pun sudah berusia tujuh bulan, bermodalkan obat-obatan penggugur kandungan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved