Ternyata Ini Alasan Baim Wong Buat Prank Soal KDRT, Merasa Sudah Dekat Dengan Polisi?

ama Baim Wong dan Paula Verhoeven lagi-lagi menjadi sorotan. Keduanya mendapat kecaman dari publik paca melakukan prank soal kasus KDRT

Penulis: Kartika Aditia | Editor: Yunike Karolina
Instagram Baim Wong
Baim Wong dan Paula Verhoeven - Baim Wong jelaskan alasan buat laporan KDRT palsu. 

Baim tak memungkiri konten prank yang berujung kecaman tersebut menjadi pelajaran berharga untuknya memperbaiki diri, termasuk pembuatan konten video.

Baim dan Paula 8769
Ternyata Ini Alasan Baim Wong Buat Prank Soal KDRT, Merasa Sudah Dekat Dengan Polisi?


Terkait laporan KDRT palsu, Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menyorot tindakan Baim Wong dan Paula.

Keduanya dinilai memberikan contoh buruk bagi masyarakat.

Apalagi, Baim dan Paula Verhoeven adalah tokoh publik yang dikenal oleh banyak masyarakat.

"Membuat prank dengan isu KDRT untuk bahan tertawaan merupakan perbuatan bertentangan dengan nilai-nilai moral dan menjadi contoh buruk bagi publik," ujar Komisioner Komnas Perempuan, Rainy Hutabarat, Senin (3/10/2022).

Dikatakan Rainy, harusnya setiap anggota masyarakat berkewajiban untuk mencegah terjadinya KDRT dan kekerasan lainnya.

Ia juga menegaskan bahwa perbuatan Baim dan Paula mengarah ke pidana karena konten prank laporan KDRT itu sama hal membuat palsu. "Membuat laporan palsu, termasuk untuk tujuan prank, juga merupakan tindak pidana yang dapat dikenakan sanksi hukuman hingga 1 tahun 4 bulan (Pasal 220 KUHP)," sambungnya.

Dilansir dari Kompas.tv, meskipun Baim Wong sudah minta maaf, namun menurut Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi akan melakukan pemanggilan terhadap Baim dan Paula.

"Iya, nanti kita koordinasikan lagi. Cuma itu mengarah pidana itu, karena dia sudah membuat pemalsuan laporan, Pasal 220," kata Nurma.

Tak hanya itu, organisasi Sahabat Polisi Indonesia juga melaporkan Baim dan Paula karena dianggap menyepelekan Institusi Polri.

"Melaporkan BW dan istrinya P, kita dari Sahabat Polisi Indonesia, kami melaporkan karena ada 'prank' yang membodohi masyarakat. Sehingga kami harus bertindak untuk memperbaiki nama institusi polri," ucap perwakilan Sahabat Polisi Indonesia, Tengku Zanzabella, Senin (3/10/2022).

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved