Senin, 4 Mei 2026

Doa Menghilangkan Kecanduan Nonton Film Dewasa, Baca Doa Ini Setiap Hari

Doa untuk menghilangkan kecanduan menonton film dewasa dalam Islam bisa menjadi salah satu solusi yang tepat. Pornografi bisa sangat berbahaya dan mem

Tayang:
Penulis: Achmad Fadian | Editor: M Arif Hidayat
TribunBengkulu.com
Doa Menghilangkan Kecanduan Nonton film Dewasa, Baca Doa Ini Setiap Hari 

TRIBUNBENGKULU.COM - Doa untuk menghilangkan kecanduan menonton film dewasa dalam Islam bisa menjadi salah satu solusi yang tepat. Pornografi bisa sangat berbahaya dan membuat ketagihan. Bahkan tanpa disadari, kecanduan menonton film saat ini juga mempengaruhi kondisi mental seseorang.

Apalagi sekarang video porno atau film dewasa semakin mudah diakses di berbagai platform. Tak sedikit yang menjadikan kecanduan menonton film dewasa sebagai pembenaran, agar terhindar dari perzinahan.

Namun, menonton film dewasa dalam Islam tentu dilarang. Hal ini mengacu pada pendapat yang menyatakan bahwa melihat sesuatu (al-manzhur ilaih) dan menimbulkan syahwat adalah haram.

“Ada melihat sesuatu (al-manzhur ilaih) seperti mahram dan hal lainnya, selain istri dan budaknya, itu pasti haram (Syarh Muhammad ar-Ramli). (Dalam hal ini) Ali ash-Sybramalisi menyatakan bahwa keumuman dari larangan ini termasuk benda mati. Oleh karena itu, dilarang melihat benda mati disertai nafsu” (Sulaiman al-Bujairimi, at-Tajrid li Naf` al-`Abid, al-Maktabah al-Islamiyyah-Turki).

Ada beberapa cara menghilangkan kecanduan menonton film dewasa dalam Islam, salah satunya dengan berpuasa. Seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, untuk menjaga aurat dan syahwat.

Selain itu, harus dibarengi dengan doa untuk menghilangkan kecanduan menonton film dewasa yang dipraktikkan setiap hari. Doa menghilangkan kecanduan nonton film dewasa bisa dibacakan setiap selesai sholat, atau ketika tiba-tiba tersirat ingin menontonnya.

Simak ulasan lengkapnya di bawah ini terkait doa menghilangkan kecanduan nonton film dewasa dalam Islam yang wajib dibaca setiap hari, seperti dikutip dari berbagai sumber.

Tanda-tanda Kecanduan Nonton Film Dewasa

Mungkin bagi sebagian orang, mengkonsumsi pornografi bermanfaat untuk eksplorasi diri, pendidikan seksual, bahkan meningkatkan hubungan dengan pasangan. Namun, kecanduan menonton film dewasa memiliki banyak efek buruk.

Melansir dari Very Well Mind, kecanduan pornografi kemungkinan besar merupakan gangguan perilaku, yang ditandai dengan hiperseksual. 

Sadarilah bahwa obsesi Anda terhadap film dewasa telah sampai pada titik di mana hal itu mengganggu pekerjaan, hubungan, dan bagian lain dari kehidupan sehari-hari Anda. 

Kecanduan Menonton Film Dewasa Dalam Islam

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa menjaga aurat merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Adapun kebiasaan menonton film dewasa, ini jelas merupakan kejahatan yang nyata. Karena ada zina yang dilakukan yaitu zina mata

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan untuk berzina dan ini adalah sesuatu yang harus terjadi, mau bagaimana lagi. Zina dua mata adalah melihat. Zina kedua telinga untuk mendengar yang baik. Zina lisan tidak berbicara yang menyakitkan hati seseorang. Tangan adalah dengan menyentuh (menyentuh). Zina kaki tidak melangkah ketempat yang membuat perbuatan zina. Zina hati adalah keinginan dan lamunan. Kemudian alat kelamin yang akan mengkonfirmasi atau menyangkal hal itu.” (HR Muslim 6925).

Dengan memperbanyak ibadah dan sunnah Rasul, diyakini mampu membendung tingginya syahwat. Bahkan Nabi Muhammad SAW bersabda sebagaimana dijelaskan dalam hadits:

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai para pemuda, barang siapa yang memiliki baa-ah (kemampuan untuk menikah), maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.” (HR Bukhari 5065, Muslim 1400)

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved