Tragedi di Stadion Kanjuruan

Abdul Haris, Tersangka Tragedi Kanjuruhan Sebut PSSI Berlindung Dibalik Regulasi Hingga Cuci Tangan

Diketahui, Tragedi Kanjuruhan pasca laga Arema vs Persebaya di Liga 1 2022, Sabtu (1/10/2022) menelan ratusan korban jiwa.

Editor: Hendrik Budiman
KOMPAS.com/ Nugraha Perdana
Ketua Panitia Pelaksana (panpel) Arema FC, Abdul Haris di Kantor Arema FC pada Jumat (7/10/2022). Abdul Haris menjadi satu di antara enam orang yang jadi tersangka Tragedi Kanjuruhan yang menelan 131 korban meninggal pasca-laga Arema vs Persebaya, Sabtu (1/10/2022) lalu. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Abdul Haris satu di antara enam tersangka Tragedi Kanjuruhan melontarkan sindirian ke PSSI yang dia nilai berlindung di balik regulasi untuk cuci tangan.

Diketahui, Tragedi Kanjuruhan pasca laga Arema vs Persebaya di Liga 1 2022, Sabtu (1/10/2022) menelan ratusan korban jiwa.

Abdul Haris memberi sindiran keras kepada PSSI, Mochamad Iriawan cs diduga 'cuci tangan' dari Tragedi Kanjuruhan.

Ketua panpel pertandingan Arema FC, Abdul Haris, memberi pernyataan menohok pada PSSI terkait Tragedi Kanjuruhan.

Abdul Haris merupakan salah satu dari enam tersangka yang ditetapkan Kepolisian atas Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang.

Tragedi Kanjuruhan tersebut terjadi pada laga Liga 1 2022/23 antara Arema FC kontra Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10/2022) pekan lalu.

Dalam jumpa pers yang dilakukan Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Abdul Haris dinilai melakukan paling tidak tiga kesalahan.

Pertama, Abdul Haris tidak membuat dokumen keselamatan dan keamanan bagi penonton di stadion.

Kedua, Abdul Haris mengabaikan permintaan dari pihak keamanan untuk menurunkan penjualan tiket dari seharusnya 38 ribu menjadi 42 ribu.

Baca juga: FIFA Akan Berkantor di Indonesia Bantu Transformasi Sepakbola Nasional Usai Tragedi Kanjuruhan

Ketiga, Abdul Haris memerintahkan steward pintu gerbang pada saat terjadi insiden, atau sesudah peluit akhir pertandingan.

Saat kejadian yaitu pada Sabtu (1/10/2022) Heri sedang bertugas siaga di Jakarta.

Pada akhirnya, ia mengakui kesalahan dan memohon maaf pada korban pada konferensi pers yang digelar Arema FC, Jumat (7/10/2022).

"Saya tanggung, saya ikhlas," tutur Abdul Haris.

"Bukan masalah dunia, ini masalah akhirat ya Allah. Saya disanksi seumur hidup pun tidak apa-apa," sambungnya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved