Tragedi di Stadion Kanjuruan

Tim Pencari Fakta Klaim Temukan Video Penting dan Akan Autopsi Ulang Jasad Korban Tragedi Kanjuruhan

Autopsi ini dilakukan untuk mencari bukti atas penyebab tewasnya ratusan korban terutama di sekitar pintu 13 Stadion Kanjuruhan.

Editor: Hendrik Budiman
Tribun Jatim/Purwanto
Suporter Arema FC, Aremania turun ke dalam stadion usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 2022 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022). Tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) berencana akan melakukan autopsi pada jasad korban yang meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) berencana akan melakukan autopsi pada jasad korban yang meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan.

Autopsi ini dilakukan untuk mencari bukti atas penyebab tewasnya ratusan korban terutama di sekitar pintu 13 Stadion Kanjuruhan.

TGIPF juga mengajak sejumlah pakar, termasuk pakar bidang kedaruratan, untuk melakukan investigasi kematian para korban.

"Jadi intinya kami adalah ingin mencari sebanyak mungkin bukti-bukti yang mengarah kepada proses terjadinya kematian, ada rencana autopsi (korban).Karena kita semua tahu, berawal dari kematian inilah kami berusaha untuk bisa mendapatkan data-data. Dari data, bukti, fakta dan hasil autopsi inilah nanti yang akan menuju kepada sebuah kesimpulan," kata Anggota TGIPF tragedi Kanjuruhan, Doni Monardo.

Klaim Temukan Video Penting

TGIPF mengklaim pihaknya telah menemukan berbagai alat bukti penting yang memberikan gambaran lebih jelas saat tragedi Kanjuruhan terjadi, termasuk CCTV.

Selain itu, video-video yang menggambarkan sejumlah detail kejadian di berbagai titik, juga telah berhasil dikumpulkan.

Baca juga: Korban Tragedi Kanjuruhan Kembali Bertambah, Kini Total Jadi 705 Orang, 36 Orang Masih Dirawat

Sekretaris TGIPF, Nur Rochmad, menyebut bukti yang didapatkan ini dapat sangat berguna untuk memperkuat analisis terkait tragedi Kanjuruhan.

"Berbagai alat bukti penting yang kami dapatkan ini nantinya akan memperkuat dan mempertajam analisis kami."

"Sehingga peristiwa Kanjuruhan ini dapat kami ungkap secara menyeluruh dan independen," ujarnya, Sabtu (8/10/2022), seperti diberitakan Kompas.com.

Tim Pencari Fakta Soroti Efek Gas Air Mata

Tim pencari fakta kasus tragedi Stadion Kanjuruhan yang menewaskan ratusan korban jiwa itu menyoroti efek gas air mata yang ditembakan oleh petugas saat kejadian.

Hal itu diungkapkan, Anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan Nugroho Setiawan, mengungkapkan Tim yang dipimpin Menko Polhukam Mahfud MD usai menemui sejumlah pihak di Malang hingga Sabtu (8/10/2022) kemarin.

Tim, kata dia, juga telah menemui langsung sejumlah korban.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved