Mahasiswa Bunuh Pemuda di Bengkulu

Dua Mahasiswanya Jadi Terduga Pelaku Pembunuhan Dendi, Ini Kata Pihak UINFAS Bengkulu

Dua terduga pelaku pembunuhan Dendi Wesa Pradesta (24), warga Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar Kota Bengkulu dikabarkan mahasiswa UINFAS Bengkulu

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Kabag Umum dan Akademik UINFAS Bengkulu, Sri Ihsan saat dikonfrimasi kabar pelaku pembunuhan Dendi seorang karyawan koperasi di Bengkulu adalah mahasiswa UINFAS Bengkulu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dua terduga pelaku pembunuhan Dendi Wesa Pradesta (24), warga Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar Kota Bengkulu dikabarkan merupakan mahasiswa Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno (UINFAS) Bengkulu.

Terkait kabar mahasiswa UINFAS Bengkulu terduga pelaku pembunuhan Dendi, TribunBengkulu.com mencoba mengkonfirmasi kebenaran kabar tersebut kepada pihak kampus.

Namun ternyata pihak kampus belum mengetahui bahwa kabar ada 2 mahasiswa mereka yang menjadi pelaku pembunuhan.

"Kami baru tahu dari teman-teman wartawan inilah, kita sudah minta Wakil Dekan (Wadek) III yang ada di setiap Fakultas untuk melacaknya," ungkap Kabag Umum dan Akademik UINFAS Bengkulu, Sri Ihsan.

Untuk mengecek apakah keduanya merupakan mahasiswa UINFAS, mereka masih memiliki kendala karena tidak mengetahui Nomor Induk Mahasiswa (NIM).

Karena jika hanya menggunakan nama mahasiswa, setiap Fakultas tentu akan Kesulitan karena harus mengecek satu persatu.

Namun pihak kampus menjamin data keduanya pasti akan diketahui, walaupun membutuhkan proses.

"Jadi sekarang kami belum bisa memastikan apakah keduanya merupakan mahasiswa kami atau bukan, sampai adanya laporan dari para Wadek III ini," kata Ihsan.

Sementara itu, jika benar terbukti keduanya adalah mahasiswa UINFAS, maka tentu akan ada sanksi dari kampus.

Bahkan sanksi terberatnya kedua mahasiswa tersebut akan dikeluarkan dari kampus, ketika statusnya sudah tersangka.

"Jelas kita proses sesuai dengan kode etik, kemahasiwaan, dia sifatnya ada sanksi ringan, sanksi sedang sampai sanksi berat. Kalau sanksi berat bisa sampai dikeluarkan," ujar Ihsan.

Baca juga: Fakta-fakta Pembunuhan Dendi Karyawan Koperasi di Bengkulu: Mulai dari Motif hingga Pelaku

Baca juga: Beraksi di Puluhan TKP, Warga Kota Bengkulu yang Curi Mobil di Seluma Diringkus di Bengkulu Selatan

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved