Sidang Penusukan Polisi

Fakta Baru Penusukan Polisi di Diskotik Cassablanca: Keroyok dan Pukul Korban karena Solidaritas

Pelaku Doni ini sendiri ternyata sempat menitipkan pisau yang digunakan untuk menusuk korban ke terdakwa Erawan

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi Juniandra
Sidang lanjutan penusukan anggota polisi di Diskotik Cassablanca di PN Bengkulu, Rabu (12/10/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sidang penusukan anggota polisi di Disktotik Cassablanca Kota Bengkulu kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Rabu (12/10/2022).

Dalam persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim Fauzi Isra, para terdakwa kasus penusukan anggota polisi yang bertugas di Itwasda Polda Bengkulu Bripda Nofri Pratama, memberikan kesaksian masing-masing.

Ada 3 terdakwa dalam kasus penusukan anggota polisi, yaitu Rifky Dwika Saputra alias Ma'a, Erawan Okpa Putra dan Riki Aryadi. Sementara, 1 pelaku lain yang melakukan penusukan, Doni, hingga saat ini masih DPO.

Dalam kesaksiannya, 3 terdakwa mengakui mereka menarik korban dari dalam mobil, dan melakukan pemukulan. Namun, pemukulan ini dilakukan dengan tangan kosong.

Pemukulan terhadap korban dilakukan para terdakwa sebagai aksi solidaritas, karena terdakwa Erawan juga terkena tusukan.

Para terdakwa ini sama sekali tidak terlibat dengan keributan awal di lantai atas diskotik Cassablanca, antara anggota polisi yang bertugas di Polres Bengkulu dan anggota polisi yang bertugas di Polda Bengkulu.

"Jadi, karena solidaritas mereka, rombongan yang ribut itu dicari keluar. Ketemulah korban Bripda Nofri," jelas JPU Kejati Bengkulu, Wenharnol kepada TribunBengkulu.com.

Setelah menemukan Bripda Nofri di dalam mobil, para terdakwa kemudian melakukan pemukulan. Hanya saja, para terdakwa mengaku tidak melakukan penusukan, dan baru tahu ada penusukan setelah diceritakan pelaku utama, Doni.

Pelaku Doni ini sendiri ternyata sempat menitipkan pisau yang digunakan untuk menusuk korban ke terdakwa Erawan Okpa Putra.

Dan saat mengambil pisau itu keesokan harinya, Doni bercerita kepada Erawan bahwa dirinya sudah menusuk korban.

Kronologi Penusukan Versi Korban Bripda Nofri

Dari keterangan korban Bripda Nofri, kejadian ini berawal di hari Sabtu (4/6/2022), pukul 00.00 WIB, saat korban berangkat bersama 7 orang lainnya ke diskotik Cassablanca. Semuanya merupakan anggota Polri, dengan 3 lainnya bertugas di Polres Bengkulu.

Sebelum berangkat ke diskotik Cassablanca, salah satu rekan korban menelepon dulu ke diskotik Cassablanca, untuk menanyakan apakah ada table tersedia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved