Antrean BBM di SPBU Bengkulu

Solar Kosong Antrean Kendaraan di SPBU di Bengkulu Tengah Tetap Mengular, Pasokan Solar Dibatasi

Puluhan kendaraan terpantau tetap mengantre untuk mendapatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) solar subsidi di salah satu SPBU di Kabupaten Bengkul

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
Suryadi Jaya
Meski solar subsidi di SPBU Ujung Karang sudah habis, sejumlah kendaraan masih bertahan dan melakukan antre, Rabu (12/10/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Puluhan kendaraan terpantau tetap mengantre untuk mendapatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) solar subsidi di salah satu SPBU di Kabupaten Bengkulu Tengah meski pasokan solar sudah habis, Rabu (12/10/2022). 

Pengawas SPBU Ujung Karang, Rendi menjelaskan saat ini pasokan BBM jenis solar subsidi dibatasi oleh pihak pertamina. 

"Saat ini SPBU Ujung Karang dalam satu hari hanya menerima 8 ton solar subsidi, meskipun meminta 16 ton tetapi tidak diberikan," ujar Rendi kepada TribunBengkulu.com.

Baca juga: BREAKING NEWS: Ayah di Bengkulu Cabuli Anak Tiri dan Keponakannya, Modusnya Minta Urut

Hal tersebut membuat tidak seluruh kendaraan yang mengantre mendapatkan pasokan solar subsidi. 

"Hari ini (12/10/2022) masuk 8 ton jam 08.00 Win, tetapi jam 13.30 Wib solar sudah habis," kata Rendi. 

Banyaknya kendaraan yang mengantre di SPBU Ujung Karang ini diperparah dengan SPBU Kembang Seri yang tidak lagi melayani pengisian solar subsidi. 

"SPBU Kembang Seri itu sudah dua minggu ini tidak menjual solar subsidi, jadi mobil-mobil yang biasa membeli di sana pindah ke sini semua," ungkapnya. 

Sementara itu, Rachmat salah satu sopir yang mengantre di SPBU Ujung Karang mengatakan, dirinya cukup kesulitan untuk mendapatkan pasokan solar subsidi. 

Baca juga: Terobos Razia, Sopir Truk di Bengkulu Tengah Ngaku Dipukuli Polisi Hingga Luka Lebam

"Terkadang harus seharian penuh antre baru dapat solar, padahal kalau tidak antre berapa besar uang yang bisa saya dapat dalam satu hari," ungkap Rachmat. 

Rachmat pun berharap agar pemerintah melalui Pertamina dapat menjamin ketersediaan solar subsidi agar tidak terjadi antrean panjang lagi. 

"Kalau tidak mau antre terpaksa harus beli eceran, sedangkan saat ini harga solar subsidi eceran sudah mahal," ujarnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved