Sidang Kasus Aborsi Mahasiswi Bengkulu

Terungkap Penyebab Mahasiswi di Bengkulu Nekat Aborsi, Sempat Panik saat Dicurigai Hamil

Bulan Juni 2022, terdakwa Wike kembali menelepon terdakwa Thomas, dan mengatakan bahwa kehamilannya sudah dicurigai emak (ibunya)

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi Juniandra
Terdakwa Thomas dan Wike Widia mengikuti sidang lanjutan kasus aborsi mahasiswi Bengkulu secara virtual, Rabu (12/10/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Pasangan mahasiswa terdakwa aborsi, Thomas Yutiansyah dan Wike Widia Sari kini menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu.

Dalam dakwaan JPU Kejari Bengkulu, kasus kedua pasangan yang kini menjadi suami isteri ini bermula sekitar pertengahan bulan Januari 2022 lalu. Saat itu, terdakwa aborsi Wike menelepon terdakwa Thomas, untuk dibelikan alat tes kehamilan (tespek).

Ketika digunakan, ternyata terdakwa aborsi Wike positif hamil (2 garis merah). Hasil ini membuat pasangan ini cemas dan khawatir.

Kemudian di Maret 2022, terdakwa Thomas berjanji akan menikahi terdakwa Wike, namun belum berani mengatakan kepada orang tua.

Bulan Juni 2022, terdakwa Wike kembali menelepon terdakwa Thomas, dan mengatakan bahwa kehamilannya sudah dicurigai sang ibu karena kandungan terdakwa Wike semakin membesar.

Saat itulah, muncul ide dari terdakwa Thomas untuk menggugurkan kandungan terdakwa Wike.

Meski sempat mengatakan takut dan bingung, keduanya kemudian sepakat untuk menggugurkan kandungan terdakwa Wike.

Hingga akhirnya, 2 pasangan ini membeli obat penggugur kandungan dari sebuah akun Facebook.

Obat ini (yang kemudian diketahui obat keras Cytotec) datang pada Jumat (24/6/2022). Obat ini dibeli dengan sistem Cash On Delivery (COD) dengan harga Rp 2.732.000.

Pada Sabtu (25/6/2022), kedua pasangan ini menuju penginapan Losmen 555. Di dalam kamar losmen, terdakwa Thomas memberikan 1 butir obat dengan merek Cytotec kepada terdakwa Wike pada pukul 21.00 WIB.

Lalu pukul 22.00 WIB, terdakwa Thomas kembali memberikan 2 butir Cytotec kepada terdakwa Wike.

Kemudian berurutan terdakwa Wike mengkonsumsi obat berwarna putih sebanyak 1 butir pada pukul 23.00 WIB, dan 1 butir obat warna kuning serta 2 butir obat berwarna merah di pukul 24.00 WIB.

Setelah mengkonsumsi obat-obatan ini, terdakwa Wike mengalami nyeri yang semakin sakit hingga tak bisa tidur.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved