Sidang Ferdy Sambo

Kasus Private Jet yang Digunakan Brigjen Hendra Kurniawan, 8 Polisi Hingga Pihak Aviasi Diperiksa

Kasus Private Jet yang digunakan Brigjen Pol Hendra Kurniawan saat mendatangi keluarga Brigadir J di Jambi berbuntut panjang.

Editor: Hendrik Budiman
Tangkap Layar Kompas Tv
Brigjen Pol Hendra Kurniawan (kiri) dan Kombes Pol Agus Nurpatria. Saat ini pihak aviasi dan 8 anggota polisi yang ikut Hendra Kurniawan dalam private jet diperiksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Kasus Private Jet yang digunakan Brigjen Pol Hendra Kurniawan saat mendatangi keluarga Brigadir J di Jambi berbuntut panjang.

Bahkan, saat ini pihak aviasi dan 8 anggota polisi yang ikut Hendra Kurniawan dalam private jet diperiksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri.

Pemeriksaan itu terkait kasus dugaan gratifikasi di kasus private jet yang dipakai Brigjen Hendra Kurniawan.

"Jumlah saksi yang dimintai keterangan sebanyak 22 orang, terdiri dari delapan anggota Polri dan 14 orang dari pihak aviasi dan lainnya," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (11/20/2022).

Baca juga: Sosok Hendra Kurniawan Jenderal Polisi Bintang Satu yang Ikut Tersandung Kasus Pusaran Sambo Cs

Ramadhan menuturkan, materi perkara yang tengah didalami oleh penyidik terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau gratifikasi kepada penyelenggara negara.

"Penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi berupa pemberian dan penerimaan hadiah atau janji kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara."

"Atas penggunaan pesawat jet T7/JAB dari Jakarta ke Jambi dan dari Jambi ke Jakarta yang dilakukan pada tanggal 11 Juli 2022," jelas Ramadhan.

Ramadhan menuturkan, pihaknya menyita 15 lembar dokumen yang diduga terkait pemakaian pesawat jet pribadi Brigjen Hendra Kurniawan.

Baca juga: Eks KPK Febri-Rasamala Diminta Dengarkan Suara Publik Agar Mundur Bela Sambo dan Putri Candrawathi

"Barang bukti yang menjadi objek penyelidikan sebanyak 15 lembar atau eksemplar dokumen terkait penggunaan pesawat Jet T7 atau JAB," jelasnya.

Polisi bakal melakukan pendalaman berupa memintai keterangan berbagai pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

"Melakukan pendalaman berupa meminta keterangan para pihak yang terlibat dan mengumpulkan dokumen tambahan," jelas Ramadhan.

Dalam kasus ini, pasal yang dipersangkakan oleh penyidik adalah pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b dan pasal 5 Ayat (2), pasal 11 dan pasal 13 atau pasal 12 huruf a dan huruf b UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) Ke - 1 KUHP.

Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Halaman
1234

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved