Heboh Larangan Obat Sirup

Heboh Larangan Obat Sirup, Dinkes Provinsi Bengkulu Segera Tindaklanjuti Intruksi Kemenkes

Heboh larangan obat sirup setelah Kemenkes RI menginstruksikan apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas ataupun obat bebas terbatas bentuk cair

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Herwan Antoni. Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu Herwan Antoni ikut merespon heboh larangan obat sirup setelah Kemenkes RI menginstruksikan semua apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan/atau bebas terbatas dalam bentuk sirup. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Heboh larangan obat sirup setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menginstruksikan semua apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas ataupun obat bebas terbatas dalam bentuk cair. 

Larangan obat sirup dijual bebas itu tertera dalam Surat Edaran (SE) Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang Kewajiban Penyelidikan Epidemiologi dan Pelaporan Kasus Gangguan Ginjal Akut Atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) Pada Anak, poin 8, diteken oleh Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Murti Utami pada Selasa lalu (18/10).

Heboh larangan obat sirup dijual bebas pun direspon Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni.

Dinkes Provinsi Bengkulu akan segera menindaklanjuti surat edaran kemenkes yang didalamnya tertera instruksi kemenkes agar seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan/atau bebas terbatas dalam bentuk sirup kepada masyarakat sampai dilakukan pengumuman resmi dari pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

"Terkait dengan adanya rekomendasi tersebut, tentu setiap kebijakan akan ditindaklanjuti. Segera kita TL (tindaklanjuti, red) surat ini, " kata Herwan kepada TribunBengkulu.com, Rabu (19/10/2022). 

Herwan menjelaskan, dalam edaran Kemenkes RI itu ditekankan pada poin 8. Yakni menginstruksikan seluruh apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan/atau bebas terbatas dalam bentuk sirup kepada masyarakat sampai dilakukan pengumuman resmi dari pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. 

"Imbauan tersebut tentu harus kita sikapi menjadi salah satu rekomendasi dari IDAI akibat adanya gangguan ginjal pada anak anak," jelas Herwan.

Menurut Herwan secara nasional memang sedang heboh larangan obat sirup setelah Kemenkes RI menginstruksikan semua apotek untuk sementara tidak menjual obat bebas dan/atau bebas terbatas dalam bentuk sirup.

Hal itu dikarenakan merebaknya kasus gangguan ginjal akut misterius atau gangguan ginjal akut progresif tipikal yang menyerang anak-anak, umumnya balita. 

"Kami akan menyikapi segera, mempelajari lebih lanjut sambil menunggu surat edaran resmi karena baru dapat edaran lewat Wa saja. Mudah-mudahan di Bengkulu tidak terjadi hal demikian, belum ada sampai saat ini," ungkap Herwan. 

Baca juga: Heboh Larangan Obat Sirup Instruksi Kemenkes, Apotek di Kepahiang Tunggu Pemberitahuan Dinkes

Baca juga: Terindikasi Mobilisasi Pelajar dan ASN ke Acara HUT Golkar, Kadis Dikbud Provinsi Diperiksa Bawaslu

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved