Breaking News:

Sidang Ferdy Sambo

Sosok Jaksa Erna Normawati, Pemilik Suara Garang saat Sidang Putri Candrawathi

Jaksa perempuan bernama Erna Normawati ternyata sosok pemilik suara garang saat menjawab nota keberatan dari Penasehat hukum Putri Candrawati.

Editor: Hendrik Budiman
Sumber: KOMPAS TV
Suasana sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J dengan terdakwa Putri Candrawathi, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (20/10/2022). Erna Normawati sosok jaksa perempuan pemilik suara garang di persidangan lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir J dengan terdakwa Putri Candrawati, pada Kamis (20/10/2022). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Sosok jaksa perempuan pemilik suara garang di persidangan lanjutan kasus pembunuhan berencana Brigadir J dengan terdakwa Putri Candrawati, pada Kamis (20/10/2022).

Jaksa perempuan bernama Erna Normawati ternyata sosok pemilik suara garang saat menjawab nota keberatan dari Penasehat hukum Putri Candrawati.

Jaksa Erna Normawati tampak garang dengan suara menggelegar saat menangkis alibi terdakwa Putri Candrawathi dalam persidangan yang digelar di PN Jakarta Selatan Itu.

Baca juga: Hendra Kurniawan Ikuti Jejak Bharada E Ketimbang Ferdy Sambo di Sidang Perdana

Dengan suara lantang, Jaksa Erna Normawati mengatakan, jelas terlihat penasehat hukum terdakwa Putri Candrawathi tidak memahami uraian yang telah dituangkan dalam surat dakwaan penuntut umum

"Maka patutlah kiranya, eksespsi atau nota keberatan penasihat hukum terdakwa untuk dikesampingkan," ujarnya.

Dalam tanggapan eksepsi itu dijelaskan bahwa alasan-alasan eksepsi pihak Putri Candrawathi merupakan pokok materi perkara.

Sehingga lebih tepat dibahas saat sidang memasuki tahap pembuktian.

Baca juga: Hendra Kurniawan Sempat Kumpulkan Bharada E, Bripka RR & Kuat Maruf Untuk Samakan Skenario Sambo

Jaksa Erna dengan tegas memohon kepada majelis hakim, untuk menolak seluruh dalil eksespsi atau nota keberatan dari penasihat hukum terdakwa Putri Candrawathi.

Selain itu, jaksa penuntut umum meminta hakim agar menerima surat dakwaan penuntut umum terhadap Putri Candrawathi, dengan nomor register perkara PDM246/JKTSL/10/2022 tertanggal 5 Oktober 2022, yang dinilai telah memenuhi unsur formil dan materil.

Sementara permohonan jaksa berikutnya adalah meminta hakim agar pemeriksaan terdakwa Putri Candrawathi tetap dilanjutkan.

Permintaan terakhir, jaksa memohon agar Putri Candrawathi tetap berada dalam tahanan.

Setelah jaksa Erna membacakan tanggapan atas eksepsi dari terdakwa, hakim tak langsung mengambil keputusan

"Karena sudah lengkap, kami akan tunda, untuk putusan sela kami rencanakan sidang pada Rabu (26/10) mendatang," ujar hakim.

Dengan demikian, sidang lanjutan terkait pemeriksaan Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J akan ditentukan pekan depan, berdasar keputusan hakim.

Baca juga: Memahami Jeratan Pasal Terhadap Ferdy Sambo Dalam 2 Dakwaan Sekaligus

Sebelumnya diberitakan oleh KOMPAS.TV, kubu Putri Candrawathi mengajukan eksepsi dalam sidang perdana Senin (17/10) lalu.

Saat itu, kuasa hukum terdakwa menilai surat dakwaan dari jaksa penuntut umum tidak lengkap dan mengabaikan fakta di lapangan.

“Penuntut Umum dalam menguraikan surat dakwaan, seolah-olah mengabaikan atau menghilangkan fakta pada tanggal 4 Juli 2022,” ujar pengacara Putri.

Waktu yang disebut berkaitan dengan klaim pengacara Putri Candrawathi yang menyebut Brigadir J membopong istri eks Kadiv Propam Polri itu tanpa persetujuan.

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved