Pabrik Sawit Meledak
Suara Ledakan dari Pabrik Sawit di Bengkulu Selatan Terdengar Hingga Radius 1 Kilometer
Ledakan mesin rebusan PT SBS yang mengakibatkan 2 orang karyawan meniniggal dunia, ternyata banyak menyisahkan cerita.
Penulis: Ahmad Sendy Kurniawan Putra | Editor: M Arif Hidayat
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Ledakan mesin rebusan PT SBS yang mengakibatkan 2 orang karyawan meninggal dunia, ternyata banyak menyisahkan cerita.
Bahkan, suara ledakan yang terjadi mencapai radius satu kilo meter dari lokasi PT SBS. Hal tersebut diakui warga Desa Talang Padang, Tumi.
"Posisi tadi kami di dalam rumah, tau-taunya ada suara ledakan sangat kuat. Padahal, jarak lokasi sama rumah kami hampir 1 kilo meter," kata Tumi kepada TribunBengkulu.Com, Jumat (21/10/2022).
Pada saat itu juga, warga sekitar khususnya Desa Talang Padang turut berhamburan mencari sumber ledakan tersebut.
"Ledakan yang bersumber dari PT SBS diketahui setelah adanya postingan masyarakat di Facebook. Kemudian, dengan rasa penasaran kami langsung melihat ke lokasi kejadian," jelas Tumi.
Informasi yang dihimpun tribunbengkulu.com dilapangan, sebelum terjadi ledakan. Salah satu korban sedang dalam posisi duduk di tangga, menunggu rebusan buah TBS selesai.
Diduga Tak Ada Pemeliharan
Sudah hampir 7 jam ledakan mesin rebus TBS sawit PT SBS terjadi. Namun, hingga kini Polisi belum mengeluarkan rilis penyebab utama ledakan tersebut.
Bahkan, hingga kini anggota Polres Bengkulu Selatan, masih melakukan penyelidikan, pengumpulan bukti serta meminta keterangan saksi-saksi.
Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan, Iptu Fajri A. Chaniago mengatakan hingga kini penyidik masih melakukan pemeriksaan (klarifikasi) terhadap pimpinan PKS serta mandor.
"Hingga kini anggota masih melakukan pemeriksaan terhadap mandor dan kepala TU PT SBS," kata Fajri kepada TribunBengkulu.Com, Jumat (21/10/2022).
Sementara, memang bereda isu bahwa PKS tidak melakukan perbaikan atau pemeliharan selama satu tahun belakang. Namun, hal tersebut belum dapat dipastikan, karena belum ada alat bukti maupun keterangan resmi dari pihak PKS.
"Pastinya isu yang berkembang akan kita dalami dan tetap kita lakukan pendalam," jelas Kasat.
Untuk diketahui, penjelasan Pembantu Umum PT SBS, Hans Periyudo mengungkapkan pemeliharan alat operasi pabrik selalu dilakukan perbaikan selama satu tahun sekali.
"Satu tahun sekali lakukan perbaikan. Untuk tahun ini baru akan dilakukan perbaikan pada bulan Desember mendatang," ungkap Hans.
PT SBS Tutup Sementara
Kecelakaan kerja yang menelan dua korban jiwa di PT SBS, Jumat (21/10/2022). Dipastikan 6 pekan kedepan tidak melayani pembelian buah TBS sawit.
"Sementara tutup operasi. Diprediksi baru akan kembali buka pembelian buah TBS sawit 6 minggu kedepan," kata Pembantu Umum PT SBS, Hans Periyudo, kepada TribunBengkulu.Com, Jumat (21/10/2022).
Penutupan dilakukan, lantaran harus dilakukan perbaikan yang begitu banyak. Mulai dari perbaikan 5 unit mesin rebusan, hingga bagian bangunan pabrik yang ambruk.
Bahkan, Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan, Iptu Fajri A. Chaniago mengungkapkan jika pemeriksaan belum selesai dilaksanakan dan garis polisi belum dicabut. Maka pabrik dipastikan tidak boleh beroperasi.
"Selagi pemeriksaan masih berlanjut dan garis polisi belum dilepas. Pihak PKS belum diperbolehkan beroperasi hingga waktu yang belum ditentukan," ungkap Fajri.
Pimpinan dan Karyawan Segera Diperiksa
Kecelakaan kerja yang mengakibatkan 2 karyawan PKS meninggal dunia, akan berbuntut pajang. Dipastikan Pimpinan dan Karyawan segera diperiksa Polres Bengkulu Selatan.
Pemeriksaan segera dijadwalkan mulai sore ini. Hal tersebut dikatakan Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan, Iptu Fajri A. Chaniago, Jumat (21/10/2022).
"Sore ini segera kita lakukan pemeriksaan. Mulai dari pimpinan sampai karyawan yang terlibat dilokasi kejadian," kata Fajri kepada TribunBengkulu.Com, Jumat (21/10/2022).
Beberapa alat bukti mulai dari serpihan hingga rekaman CCTV saat ledakan terjadi. Dan dikumpulkan serta dibawah ke Polres Bengkulu Selatan.
2 Karyawan Tewas
Dua karyawan PT. Sinar Bengkulu Selatan (SBS) tewas akibat kecelakaan kerja, Jumat (21/10/2022).
Mesin rebus kelapa sawit pabrik Crude Palm Oil (CPO) yang beroperasi di Desa Nanjungan Kecamatan Pino Raya tersebut meledak dan mengenai kedua korban.
Kedua korban bernama dan Iswandi (44), warga Desa Selipi Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu selatan
Akibat ledakan tersebut, tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang sedang direbus atau di dalam mesin open berhamburan keluar mesin.
Insiden itu terjadi sekitar pukul 13.04 WIB, ketika itu karyawan sedang bekerja biasa tiba-tiba dikejutkan dengan suara ledakan yang berasal dari mesin di bagian perebusan tandan buah sawit meledak.
Kasat Intelkam Polres Bengkulu Selatan, AKP Ahmad Khairuman, membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Ya ada kejadian di SBS (kecelakaan kerja), anggota masih mendatangi TKP," kata Ahmad Khairuman kepada TribunBengkulu.Com, Jumat (21/10/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Led.jpg)