BNNP Bengkulu : Pecandu Narkoba Lebih Baik Direhabilitasi Daripada Ditangkap

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu Brigjend Pol Tjatur Abrianto, SIK menegaskan bahwa para pengguna narkoba di wilayah ini lebih

Editor: M Arif Hidayat
TribunBengkulu.com
Bincang Tribunbengkulu.com bersama Kepala BNNP Bengkulu Brigjend Pol Tjatur Abrianto, SIK. Pihaknya mengimbau agar pecandu narkoba segera dilakukan rehabilitasi jangan sampai ditangkap dan dipenjara 

TRIBUNBENGKULU.COM - Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu Brigjend Pol Tjatur Abrianto, SIK menegaskan bahwa para pengguna narkoba di wilayah ini lebih baik direhabilitasi daripada dipenjara.

Dan cara yang ideal, sambung Tjatur adalah dengan melakukan asesmen terpadu terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba. Hal ini diungkapkannya saat bincang bersama Tribunbengkulu.com, Rabu (26/10/2022).

 "Terpenting yang harus diketahui masyarakat adalah, rehabilitasi ini gratis. Jadi kalau ada kerabat, teman atau famili menjadi pecandu narkoba lebih baik dibawa ke sini ke BNNP atau laporkan ke kami untuk direhabilitasi. Jangan menunggu ditangkap aparat yang pasti akan diadili," tegas Brigjend Tjatur Abrianto.

 

Diterangkannya, angka prevalensi berdasarkan hasil survey nasional yang dilaksanakan pada tahun 2021, mengalami kenaikan dari tahun 2019 lalu mencapai 1,8 persen menjadi 1,95 persen.

"Sementara di Provinsi Bengkulu mencapai 1,30 persen berdasarkan data 2019, atau sekitar 19.698 warga Bengkulu yang terjerat narkoba, dari penyalahgunaan atau korban hingga bandar," beber Brigjend Tjatur Abrianto.

Maka dari itu, pihaknya mengimbau sebelum terlambat dan lebih dalam masuk ke dunia narkoba, lebih baik warga yang menjadi pecandu narkoba direhab, dari pada nantinya tertangkap. "Masih ada kesempatan bagi mereka pecandu narkoba untuk sadar dan sehat, dan terpenting menjadi manusia yang berguna yang produktif,” katanya.

BNNP Bengkulu sendiri memiliki banyak program untuk melakukan pencegahan hingga pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah ini.

"Meski demikian, kami (BNNP) tidak bisa sendiri. Pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba itu harus dilakukan bersama semua elemen, jadi mari bersama-sama berantas narkoba sesuai bidang masing-masing. Seperti media membantu mensosialisasikan terkait bahayanya narkoba dan lainnya," pungkas Brigjend Tjatur Abrianto. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved