Breaking News:

Pengeroyokan Polisi Diskotik Cassablanca

Ditangkap Saat Hadiri Resepsi Pernikahan, Terdakwa Pengeroyokan Anggota Polisi Curhat ke Hakim

Terdakwa Riki Aryadi ketika diberikan kesempatan oleh majelis hakim sempat menyampaikan unek-unek

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Hendrik Budiman
Romi Juniandra
3 terdakwa pengeroyokan polisi di diskotik Cassablanca mengikuti sidang secara virtual, Pada Rabu (2/11/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Dua terdakwa pengeroyokan polisi di diskotik Cassablanca di Kota Bengkulu, Riki Aryadi dan Refki Dwika Saputra menyampaikan sendiri pembelaan mereka di persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Rabu (2/11/2022).

Berbeda dengan terdakwa lainnya Erawan Okpa Putra, terdakwa Riki Aryadi dan Refki Dwika Saputra tidak memiliki penasehat hukum dan harus mengikuti dan menyampaikan pembelaan secara pribadi.

Terdakwa Riki Aryadi ketika diberikan kesempatan oleh majelis hakim sempat menyampaikan unek-unek bahwa dirinya merasa sedih, karena ditangkap saat tengah mempersiapkan pernikahan.

Baca juga: Bingung Mau Kabur Kemana, 2 Pelaku dari 4 Tahanan Polres Bengkulu Tengah yang Kabur Serahkan Diri

"Saya di sini, sangat-sangat bersedih yang mulia. Saya kan ditangkap saat saya menghadiri pernikahan," kata terdakwa Riki, Rabu (2/11/2022).

Meski demikian, terdakwa Riki Aryadi mengatakan kalau dirinya mengakui perbuatan mengeroyok korban dan menyesali perbuatannya.

Terdakwa Refki Dwika Saputra saat diberikan kesempatan menyampaikan pembelaan juga mengakui perbuatannya dan dirinya  meminta majelis hakim untuk meringankan hukumannya.

Baca juga: Polisi Segera Tetapkan Tersangka Penyebar Foto Tanpa Busana Siswi SMA di Bengkulu Selatan

Sebelumnya, JPU Kejati Bengkulu menuntut 3 terdakwa ini dengan hukuman penjara masing-masing 1 tahun 6 bulan.

JPU Kejati Bengkulu, Wenharnol mengatakan, 3 terdakwa ini dituntut dengan pasal 170 ayat 2 ke 1, yang menyebabkan luka.

Hal yang memberatkan tuntutan terhadap terdakwa adalah peristiwa penusukan ini membuat keresahan di masyarakat.

Korban penusukan ini sendiri bernama Bripda Nofri Pratama, anggota polisi yang bertugas di Itwasda Polda Bengkulu.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved