Pengeroyokan Anggota Polisi di Diskotik Cassablanca, PH Terdakwa Nilai Pasal JPU Tidak Tepat

Pasal 170 ditafsirkan tindak pidana yang terjadi karena menyerang petugas, merusak fasilitas umum, dan menganggu ketertiban.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: M Arif Hidayat
Romi Juniandra
Penasehat hukum terdakwa Erawan menyatakan pasal yang diterapkan JPU tidak tepat 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Penasehat hukum terdakwa pengeroyokan polisi di diskotik Cassablanca, Sopian Siregar mengatakan tuntutan JPU Kejati Bengkulu terhadap kliennya, Erawan Okpa Putra dan 2 terdakwa lain, Riki Aryadi dan Refki Dwika Saputra tidaklah tepat.

 

Hal itu disampaikan Sopian di persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu, Rabu (2/11/2022) yang beragendakan pembacaan nota pembelaan.

 

Penasehat hukum menyatakan bahwa tuntutan JPU Kejati Bengkulu dalam pasal 170 KUHP ayat 2 ke 1 tidaklah tepat, karena pasal ini ditujukan untuk penyerangan polisi di tempat umum, seperti saat pengamanan aksi demo.

 

"Tetapi, saat kita persidangan, ini kan terjadi di cafe Cassablanca, yang perlu akses dan retribusi untuk masuk ke sana," kata Sopian kepada TribunBengkulu.com.

 

Karena itu, pasal yang diterapkan penyidik kepolisian dan JPU dinilai tidak tepat. Pasal 170 ditafsirkan tindak pidana yang terjadi karena menyerang petugas, merusak fasilitas umum, dan menganggu ketertiban.

 

Pengeroyokan atau tindak pidana yang dilakukan terdakwa disebutkan tidak terjadi di fasilitas umum, melainkan di tempat privat.

 

"Sehingga, menurut hemat kami, ini kekeliruan yang sangat fatal yang dilakukan oleh JPU dan penyidik. Dengan demikian, konsekuensi dari kegagalan mereka dalam menafsirkan tersebut adalah, saya berkeyakinan majelis hakim akan membenaskan klien kami," ujar Sopian.

Halaman
12

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved