Korupsi Jembatan Menggiring

Sidang Tuntutan Korupsi Jembatan Menggiring Mukomuko Ditunda, Terdakwa Titipkan Uang KN Rp 150 Juta

Syaiful Amri mengatakan berkas penuntutan belum siap, sehingga pihaknya kemudian meminta penundaan kepada majelis hakim Tipikor PN Bengkulu

Penulis: Romi Juniandra | Editor: M Arif Hidayat
Romi Juniandra
JPU Kejati Bengkulu, Syaiful Amri mengatakan berkas penuntutan belum siap, sehingga pihaknya kemudian meminta penundaan kepada majelis hakim Tipikor PN Bengkulu 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sidang dengan agenda penuntutan kasus korupsi Jembatan Menggiring di Mukomuko ditunda, Kamis (10/11/2022) siang.

 

JPU Kejati Bengkulu, Syaiful Amri mengatakan berkas penuntutan belum siap, sehingga pihaknya kemudian meminta penundaan kepada majelis hakim Tipikor PN Bengkulu, yang dipimpin hakim ketua Fitrizal Yanto.

 

"Kita minta tunda 1 minggu," kata Syaiful kepada TribunBengkulu.com.

 

Terdakwa dalam kasus ini ada 2 orang, yaitu Anas Firman Lesmana yang merupakan direktur utama PT MPL, dan terdakwa Syahrudin yang merupakan bagian keuangan PT MPL.

 

Persidangan sendiri sempat dibuka oleh majelis hakim. Dalam pesidangan, penasehat hukum terdakwa Syahrudin, Hendri Awansyah mengatakan pihaknya telah menitipkan uang kerugian negara (KN) sebesar Rp 150 juta ke Kejari Mukomuko.

 

Namun, Hendri mengatakan penitipan uang KN ini bukan berarti dikarenakan kliennya mengakui perbuatan korupsi.

 

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved