Dugaan Korupsi 3 Paket Jalan di Mukomuko Naik Penyidikan, Sejumlah Saksi Diperiksa Jaksa

Kejati Bengkulu secara resmi menaikan status kasus dugaan korupsi 3 paket jalan di Mukomuko tahun 2021 dari penyelidikan ke penyidikan.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Romi Juniandra/TribunBengkulu.com
Aspidsus Kejati Bengkulu, Pandoe Pramoe Kartika. Kejati Bengkulu secara resmi menaikan status kasus dugaan korupsi 3 paket jalan di Mukomuko tahun 2021 ke penyidikan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu secara resmi telah menaikan status kasus dugaan korupsi 3 paket jalan di Mukomuko tahun 2021 dari penyelidikan ke penyidikan.

Dengan demikian, semua pihak yang sempat dimintai keterangan pada saat penyelidikan, kini akan menjadi saksi di tahap penyidikan.

Di antara saksi yang telah diperiksa ada nama Mantan Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Mukomuko, Budiarto, yang diperiksa penyidik Kejati Bengkulu beberapa hari lalu.

"Jadi kita tambah-tambah lagi, atau kita panggil lagi kalau memang diperlukan, supaya terbentuk keterangan yang kita butuhkan," kata Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Bengkulu, Pandoe Pramoe Kartika kepada TribunBengkulu.com, Kamis (24/11/2022).

Kasus ini berawal 3 paket pekerjaan rekonstruksi peningkatan jalan Kabupaten Mukomuko tahun 2021.

Kemudian, ditemukan dugaan perbuatan melawan hukum dalam program ini, yaitu pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan kontrak kerja. 

Tiga paket pekerjaan rekonstruksi peningkatan jalan ini, pertama adalah peningkatan Jalan Desa Lubuk Pinang dan Desa Sido Makmur di Kecamatan Teramang Jaya, serta Jalan Anggrek di Desa Arga Jaya, Kecamatan Air Rami. 

Nilai anggaran program ini adalah Rp 5 miliar lebih, dengan bersumber dari dana insentif daerah (DID) dikerjakan oleh PT Citra Muda Nur Bersaudara. 

Kedua, peningkatan Jalan Desa Kota Praja, Jalan Lingkar Pasar Desa Agung Jaya, Jalan Simpang Talang Arah Desa Gajah Makmur, Kecamatan Malin Deman. Nilai kontrak Rp 6 miliar lebih, bersumber dari APBD Mukomuko, dan dikerjakan oleh PT Deki Karya Bestari. 

Terakhir, peningkatan Jalan Simpang Kasidi Arga Jaya Tirta Kencana - Marga Mulya Bukit Harapan dengan nilai kontrak Rp10 miliar lebih. Sumber dananya berasal dari dana alokasi khusus (DAK) dan dikerjakan PT Pandora Energi Persada. 

Sementara, selain saksi dari instansi terkait, konsultan perencana dalam program ini juga telah diperiksa penyidik. Ada 2 konsultan yang diperiksa, yakni konsultan dari CV Cakra Manunggal, dan konsultan dari CV Pribia.

Baca juga: Pemprov Bengkulu Anggarkan Rp 5 Miliar untuk Tambal Sulam Jalan, PUPR: Jalan Hibrida Tak Termasuk

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved