Kepsek Cekik Siswa di Kota Bengkulu

Fakta Baru Kepsek Cekik Siswi di Kota Bengkulu: Berakhir Damai, Dipindahkan ke Sekolah Lain

Penilaian Baperjakat nanti yang akan menentukan, apakah oknum tersebut akan tetap menjadi kepala sekolah atau tidak.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Oknum Kepsek yang dilaporkan cekik siswinya hari ini didatangi Dikbud dan Inspektorat terkait penolakan guru yang menginginkan Kepsek tidak menjabat kembali 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bengkulu, Sehmi mengatakan kasus oknum kepala sekolah (kepsek) diduga cekik siswi kini berakhir damai.

Antara oknum berinisial L dan pihak keluarga disebutkan sudah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri kasus ini secara kekeluargaan.

Oknum kepsek ini kemudian dipindahkan ke sekolah lain, tidak lagi di SMPN 20 sebelumnya.

Untuk jabatannya sebagai kepala sekolah, Dinas Pendidikan menunggu penilaian dari Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Penilaian Baperjakat nanti yang akan menentukan, apakah oknum tersebut akan tetap menjadi kepala sekolah atau tidak.

"Tapi, yang jelas, dia dipindahkan. Tak lagi di SMP 20," kata Sehmi kepada TribunBengkulu.com, Kamis (24/11/2022).

Di SMPN 20 sendiri, puluhan guru menandatangani petisi menolak kembalinya oknum kepsek tersebut, yang sebelumnya dinonaktifkan karena dilaporkan mencekik siswinya ke Polda Bengkulu.

Para guru dan pegawai di sekolah menolak kembalinya oknum kepsek dilaporkan cekik siswa untuk kembali menjabat di sekolah mereka dengan alasan sudah tidak ada kecocokan.

Sementara, pengamat pendidikan Bengkulu, Prof. Dr. Sudarwan Danim mengatakan pengembalian jabatan kepala sekolah (kepsek) yang diduga cekik siswi di Kota Bengkulu akan tergantung pembuktian kesalahan pelaku.

Kalau oknum kepsek diduga cekik siswi ini benar-benar melakukan kesalahan dan tidak bisa dimaafkan, maka bisa diberhentikan secara permanen dari jabatannya.

Namun, jika tidak terbukti bersalah, maka harus dipulihkan harkat dan martabat yang bersangkutan.

"Serta dikembalikan pada posisi semula (kembali menjadi kepsek)," kata Sudarwan.

Baca juga: Kemenkop UKM RI Ajak Hilangkan Stigma PNS Jadi Mantu Idaman, Ganti Mindset Pengusaha

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved