Hadapi Lonjakan Harga Pangan, Pemprov Bengkulu Siapkan Rp 500 Juta Untuk Operasi Pasar

Sebagai upaya menekan angka inflasi, di Provinsi Bengkulu. Pekan depan Pemerintah Provinsi ( Pemprov) Bengkulu akan menggelar operasi pasar.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Hendrik Budiman
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (24/11/2022) mengatakan, pekan depan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu akan menggelar operasi pasar. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Sebagai upaya menekan angka inflasi di Provinsi Bengkulu, pekan depan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu akan menggelar operasi pasar.

Sekda Provinsi Bengkulu, Hamka Sabri mengatakan, berdasarkan hasil Rapat Pembahasan Tindak Lanjut Aksi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bengkulu, untuk operasi pasar tahap pertama ini akan dialokasikan anggaran Rp 500 juta. 

"Sementara ini kita alokasi dulu, Rp 500 juta di tahap pertama. Nanti kita lihat perkembangannya nanti, " ungkap Hamka, Kamis (24/11/2022). 

Ia menjelaskan, anggaran tersebut menggunakan anggaran dari Belanja Tidak Terduga (BTT), hal ini sesuai intruksi dari Kementerian Dalam Negeri RI.

Baca juga: Pemprov Bengkulu Anggarkan Rp 5 Miliar untuk Tambal Sulam Jalan, PUPR: Jalan Hibrida Tak Termasuk

"Kita memakai BTT sesuai dengan intruksi pak menteri dalam negeri. Takala inflasi itu naik, maka kita menggunakan dana BTT itu, " tukasnya. 

Untuk pelaksanaan operasi pasar nanti, akan disesuaikan dengan OPD yang membidangi.

Misal komunitas segar misalnya cabe, bawang itu dinas ketahanan pangan.

Kemudian minyak goreng, ke Dinas perdagangan, namun untuk beras itu bulog sudah bersiap.

"Jika beras ini harganya melonjak di beras kualitas premium dan bulog akan turun tangan. Untuk minyak goreng, kalau yang curah itu cukup, kalau yang kemasan premium sudah mulai naik," papar Hamka. 

Pihaknya juga sudah melakukan tindaklanjut di daerah dengan memantau perkembangan inflasi di Bengkulu.

Dari laporan satgas inflasi daerah, itu ada beberapa komoditas sudah mulai agak merangkak naik.

Baca juga: Saling Lapor Soal Sawit, Karsito Warga Jakarta Siap Hadapi Praperadilan dan Laporan Tersangka

"Termasuk diantaranya ada cabe, telur, kedelai dan bawang merah, jadi kita bahas hari ini. Kita akan memulai operasi pasar, jadi ada beberapa komoditi yang bergerak naik, minggu depan akan kita lakukan, " jelas Hamka. 

Untuk operasi pasar ini akan dilakukan dimana pasar berada, dimana pada tahap pertama ini akan digelar operasi pasar di Kota Bengkulu.

"Kita akan gelar di pasar Panorama, Pagar Dewa, Pasar UNIB, dan Pasar Minggu. Ini kita akan lakukan intervensi, operasi pasar di sana,jika nanti kita sudah operasikan disana, harapannya harga ini bisa turun, " tukasnya. 

Untuk diketahui, saat ini inflasi Provinsi Bengkulu diangka 6,58 persen.

Angka ini tertinggi ke empat di Sumatera, sementara secara nasional, untuk inflasi di angka 5,71 persen.

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved