Tersangka Penipuan dan Penggelapan Lahan Sawit di Bengkulu Tengah Terancam 4 Tahun Penjara

BH (65) warga Kota Bengkulu yang menjadi tersangka penipuan dan penggelapan lahan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah terancam penjar

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
Suryadi Jaya
Kapolsek Talang Empat Iptu Andani Abadi didampingi Kasi Humas Polres Bengkulu Tengah, Aipda M Farizal saat melakukan konferensi pers terkait penipuan dan penggelapan yang dilakukan pengelola kebun kelapa sawit, Selasa (22/11/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - BH (65) warga Kota Bengkulu yang menjadi tersangka penipuan dan penggelapan lahan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah terancam 4 tahun penjara. 

Kasi Humas Polres Bengkulu Tengah, Aipda M. Farizal menjelaskan, oleh penyidik BH disangkakan dengan pasal 378 dan 372 KUHP. 

"BH ini melakukan penipuan dengan modus operandi menjual lahan namun tidak ada kesesuaian antara jumlah lahan di sertifikat dan di lapangan," ujar Farizal, Rabu (23/11/2022). 

Baca juga: BREAKING NEWS: Mahasiswi asal Bengkulu Utara Dibegal saat Belajar Mobil di Eks STQ Bengkulu

Tidak hanya melakukan penipuan, BH juga diketahui telah menggelapkan hasil panen kebun tersebut sejak 2016 hingga April 2022.

"Dari keterangan korban, tersangka sebagai pengelola kebun tidak pernah sekalipun memberikan hasil panen kepada korban selama enam tahun," kata Farizal. 

Sebelumnya, BH (65) pengelola kebun kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Tengah melakukan penipuan dan penggelapan terhadap pemilik lahan perkebunan seluas 25 hektare selama sebelas tahun sejak 2011 silam. 

Kapolsek Talang Empat, Iptu Andini Abadi melalui Kasi Humas Polres Bengkulu Tengah, M. Farizal menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat korban mempercayakan BH untuk mencarikan lahan untuk dikelola sebagai kebun. 

"Jadi korban ini meminta BH untuk mencari lahan, akhirnya dapat lah lahan seluas 25 hektare dari tiga pemilik di Desa Tanjung Dalam Kecamatan Pondok Kubang Bengkulu Tengah," ujar Farizal, Selasa (22/11/2022). 

Baca juga: Anak Tersangka Penggelapan Hasil Panen Sawit di Bengkulu Tengah Merasa Diancam saat Ukur Lahan

Kemudian, korban yang tak menaruh curiga pun meminta BH untuk mengelola lahan tersebut menjadi kebun kelapa sawit. 

BH pun mengerjakan hal tersebut dan korban juga terus memberikan sejumlah uang untuk biaya operasional. 

"Mulai 2016, kelapa sawit itu mulai panen, tetapi hingga April 2022, tidak ada uang hasil panen kebun tersebut yang dikirimkan kepada korban," kata Farizal. 

Korban yang tinggal diluar Provinsi Bengkulu pun akhirnya merasa putus asa dan masih tidak menaruh curiga kepada BH, mengapa lahan seluas 25 hektare tersebut tidak membuahkan hasil dan berniat untuk dijual. 

"Saat kebun tersebut dijual, ternyata lahan yang semula dibeli seluas 25 hektare saat diukur oleh pembeli hanya seluas 20 hektar saja," ungkap Farizal. 

Karena merasa tertipu dan dirugikan oleh BH, korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Talang Empat untuk ditindaklanjuti. 

"Setelah kita mendapatkan laporan, kita lakukan penyelidikan dan BH sudah kita aman serta kita tetapkan sebagai tersangka," kata Farizal. 

Akibat kejadian ini, korban pun merasa mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. 

"Informasi dari korban, kerugian untuk lahan senilai Rp 800 juta, belum termasuk hasil penjualan hasil perkebunan kelapa sawit selana enam tahun," ungkapnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved