Teror Tawon Pembunuh Bengkulu Selatan

Geger Serangan Tawon Pembunuh Vespa Affinis dan Ulat Bulu di Bengkulu Selatan

Menindaklanjuti laporan adanya hama ulat bulu serta tawon pembunuh atau Vesfa Affinis yang bersarang di permukiman warga. Tim Rescue Pemadam Kebakaran

Ahmad Sendy Kurniawan Putra/TribunBengkulu.Com
Tim Rescue Damkar Bengkulu Selatan saat menyemprotkan air tegangan tinggi ke pohon mangga depan rumah warga yang dipenuhi ulat bulu, Sabtu (26/11/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Warga Bengkulu Selatan dihebohkan dengan serangan tawon pembunuh atau Vesfa Affinis dan  ulat bulu serta yang bersarang di permukiman warga.

Mendapati laporan warga tersebut tim Rescue Pemadam Kebakaran langsung melakukan evakuasi.

Evakuasian ini lantaran dikhawatirkan keberadaan ulat bulu dan Vesfa Affinis membahayakan warga di sekitar.

Kasatpol PP dan Damkar Bengkulu Selatan, Erwin Muchsin, Minggu (27/11/2022) membenarkan hal tersebut.

Baca juga: Polisi Pergoki Sekelompok Pemuda di Bengkulu Selatan saat Pesta Miras, Juga Sita Ratusan Botol Miras

Ia menjelaskan, untuk koloni tawon yang sudah berdiameter 30 Centimeter (Cm), melekat di atap rumah Firdaus (55) warga Jalan Gama 1 Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Kota Manna.

Sedangkan, untuk ulat bulu berada di Jalan Raya Padang Lakaran Desa Pasar Pino Kecamatan Pino Raya, tepatnya di pohon mangga dan pagar di Halaman rumah Muslihin (48).

“Evakuasi ini berdasarkan permintaan langsung dari pemilik rumah agar tak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Maka kami langsung menurunkan Tim Rescue Damkar untuk mengevakuasi sarang tawon dan ulat bulu tersebut,” ungkap Erwin kepada TribunBengkulu.com, Minggu (27/11/2022).

Erwin mengungkapkan, untuk proses evakuasi sarang tawon dilakukan secara manual.

Petugas khusus Damkar dibantu dengan baju pelindung langsung menjangkau titik koloni menggunakan tangga.

"Setelah posisi dirasa pas, petugas langsung memasukkan koloni tawon beserta indukan ke dalam karung," ungkapnya.

Baca juga: Harga TBS Sawit di Bengkulu Selatan dan Kaur Stagnan, Tertinggi di Petani Rp 1.800 per Kilogram

Sedangkan, untuk pengevakuasian ulat bulu, Tim Rescue Damkar Bengkulu Selatan, menyemprotkan air dengan tekanan tinggi ke pohon manga dan pagar tembok.

Kemudian, petugas langsung menyemprotkan cairan racun dengan mengunakan alat semprot elektrik ke pohon mangga dan sekitar halaman rumah warga.

“Untuk sarang tawon sengaja tidak disemprot atau dibakar. Ini lantaran letaknya dekat pemukiman penduduk. Juga karena koloni tawon yang berhasil dievakuasi akan dipindahkan ke habitat aslinya. Sedangkan, untuk hama ulat bulu langsung dilakukan penyemprotan racun," pungkasnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved