Terdakwa Korupsi Jembatan Menggiring Kembalikan Kerugian Negara Rp 251 Juta, Vonis Pekan Depan

Pengembalian Rp 252 juta ini dilakukan 2 tahap oleh terdakwa Syahrudin. Tahap pertama sebesar Rp 150 juta, dan tahap kedua Rp 101 juta.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
HO Kejari Mukomuko
Pengembalian kerugian negara oleh terdakwa dugaan korupsi Jembatan Menggiring di Kabupaten Mukomuko. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Salah satu terdakwa korupsi Jembatan Menggiring CS di Mukomuko, Syahrudin mengembalikan uang pengganti kerugian negara ke Kejari Mukomuko.

Kasi Pidsus Kejari Mukomuko, Agung Malik Rahman Hakim mengatakan jumlah kerugian negara yang telah dikembalikan terdakwa Syahrudin adalah Rp 251 juta, sesuai dengan tuntutan JPU.

Pengembalian Rp 252 juta ini dilakukan 2 tahap oleh terdakwa Syahrudin. Tahap pertama sebesar Rp 150 juta, dan tahap kedua Rp 101 juta.

"Jadi, pengembalian kerugian negara oleh terdakwa sudah selesai, sesuai tuntutan," kata Agung kepada TribunBengkulu.com, Minggu (27/11/2022).

Sementara, untuk terdakwa lain, Anas Firman Lesmana baru mengembalikan Rp 40 juta ke JPU. Sesuai tuntutan, terdakwa Anas masih harus mengembalikan Rp 62 juta.

2 terdakwa kasus korupsi Jembatan Menggiring CS ini dituntut JPU Kejati Bengkulu dengan pidana penjara masing-masing 1 tahun 9 bulan penjara, denda Rp 100 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Selain itu, 2 terdakwa ini juga dibebankan untuk membayar kerugian negara (KN) dalam bentuk uang pengganti, yakni sebesar Rp 102 juta kepada terdakwa Anas, dan Rp 251 juta untuk terdakwa Syahrudin. KN dalam kasus ini berjumlah Rp 353 juta.

Tuntutan ini dibacakan JPU Kejati Bengkulu di persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu pada Kamis (17/11/2022) sore, yang dipimpin ketua majelis hakim Fitrizal Yanto.

JPU Kejati Bengkulu, Dewi Kemala Sari mengatakan uang pengganti ini harus dibayarkan para terdakwa 1 bulan setelah nanti ada putusan hukum tetap. Jika tak dibayarkan dan tidak ada harta benda yang disita, maka akan diganti dengan kurungan.

"Kalau tidak membayar, maka subsidair 9 bulan kurungan," kata Dewi.

Persidangan sendiri masih akan dilakukan pekan depan, dengan agenda nota pembelaan atau pledoi oleh kedua terdakwa melalui penasehat hukum masing-masing.

Anas Firman Lesmana merupakan direktur utama PT Mulia Permai Laksono (MPL), dan terdakwa Syahrudin merupakan bagian keuangan PT MPL, pemenang lelang program.

Dua terdakwa sendiri sebelumnya didakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek ini, yakni dengan melakukan addendum kontrak tanpa melibatkan Tim Justifikasi Tehnis, dan merubah kedalaman dinding sumuran Jembatan Menggiring dari 6 meter menjadi 3 meter.

Hasil pemeriksaan fisik pekerjaan oleh ahli kontruksi dari Universitas Bengkulu (Unib) juga menunjukkan volume jembatan Menggiring sebesar 7,30 persen dinyatakan tidak aman atau tidak dapat diterima.

Baca juga: Cuaca Bengkulu Hari Ini 27 November Cerah Berawan di Pagi-Sore Hari, Berpotensi Hujan Wilayah Ini

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved