Gubernur Rohidin Sebut Daya Baca Masyarakat Bengkulu Masih Rendah, Rentan Termakan Hoax

Semangat dan minat baca masyarakat Bengkulu, diapresiasi Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Namun, tidak dibarengi daya baca masyarakat Bengkulu.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Hendrik Budiman
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah usai meresmikan Prasasti Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Provinsi Bengkulu dan Membuka Acara Talkshow Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM), Senin (28/11/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Gubernur Bengkulu DR. H. Rohidin Mersyah meyebutkan bahwa daya dan minat baca masyarakat Provinsi Bengkulu masih rendah yang mengakibatkan mudah termakan Hoax atau infomasi bohong.

Hal itu diungkapkan Rohidin saat meresmikan Prasasti Gedung Layanan Perpustakaan Daerah Provinsi Bengkulu dan Membuka Acara Talkshow Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat (PILM), Senin (28/11/2022).

Menurutnya, semangat dan minat baca masyarakat Bengkulu tinggi, namun hal ini tidak dibarengi daya baca.

"Kalau semangat bacanya sudah lumayan tinggi, apalagi di medsos sudah cukup besar. Cuma daya bacanya dan daya cernanya yang rendah. Karena daya baca yang rendah, makanya orang senang baca hoax, " ungkap Rohidin, Senin (28/11/2022).

Baca juga: Jembatan Siring Ambruk di RW 4 Rawa Makmur Kota Bengkulu Langsung Diperbaiki, Hari Ini Selesai

Ia mengungkapkan, dengan peresmian perluasan perpustakaan ini, juga dibarengi dengan peningkatan akreditasi, yang saat ini perpustakaan Bengkulu ini mendapat akreditasi A.

"Allhamdulilah sudah mendapatkan akreditasi A. Artinya, fungsi tidak hanya sekedar koleksi buku dan tempat membaca, tapi persoalan-persoalan perekonomian kemasyarakatan juga itu solusinya ada di perpustakaan, " jelas Rohidin.

Selain itu, pihaknya juga menginginkan optimalisasi digitalisasi untuk perpustakaan ini. Juga akan melakukan penguatan kelembagaan perpustakaan dengan OPD lain.

"Saya ingin mengembangkan, bagaimana membangun perpustakaan yang mandiri, jadi dengan bangunan yang represintatif.  Sehingga perpustakaan memiliki fungsi ekonomi, fungsi sosial dan fungsi budaya dan itu yang dinamakan perpustakaan ingklusif," imbuhnya.

Baca juga: UMP Bengkulu 2023 Belum Ditetapkan, Gubernur Rohidin: Harus Ada Titik Tengah Pekerja dan Pengusaha

Terpisah, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu Meri Sasdi mengatakan, dengan perluasan gedung pelayanan perpustakaan Daerah Provinsi Bengkulu menjadi kehormatan dan bagaimana untuk pengembangan Perpustakaan daerah kedepan.

''Tentang perpustakaan yang menjadi pusat peradaban, pusat teknologi untuk kemajuan Bengkulu sejahtera dan hebat, " kata Meri.

Terobosan perpustakaan kedepan, lanjutnya, akan ada E-perpus, sebuah aplikasi yang mendapatkan nomor dua di 2022 itu terus dikembangkan.

Bukan hanya pinjam baca buku dan juga ada promosi tentang Bengkulu, disana juga ada informasi tentang pariwisata.

"Kita akan tingkatkan inovasi di perpustakaan kita. Agar perpustakaan itu menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk meningkatkan literasi dan untuk meningkatkan Bengkulu dan Indonesia, " tutupnya.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved