Breaking News:

Kebakaran Sekretariat Pendamping Desa Berujung Laporan yang Ditembuskan ke Pejabat Negara

Kebakaran rumah yang menjadi Sekretariat Pendamping Desa Bengkulu Selatan bakal berujung ke pengadilan.

Ahmad Sendy Kurniawan Putra/TribunBengkulu.com
Kondisi sekretariat pendamping desa di Kabupaten Bengkulu Selatan usai ludes terbakar si jago merah pada Minggu (31/10/2022) malam. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Kebakaran rumah yang menjadi Sekretariat Pendamping Desa Bengkulu Selatan, di Jalan Datuk Nazir Kelurahan Pasar Mulia Kecamatan Pasar Manna pada Minggu (30/10/2022) tampaknya bakal berujung ke pengadilan.

Weny Novika Sary, selaku pemilik bangunan, menuntut Febrian Alyuswar, ST selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kemendes-PTT, bertanggung jawab.

Weny menyebut ada kelalaian yang menyebabkan kebakaran tersebut hingga menghanguskan seluruh bangunan rumah miliknya.

“Memang ada laporan dari pemilik rumah yang dikontrak pendamping desa sebagai kantor dan terbakar pada 30 Oktober lalu. Dalam laporan itu, pemilik meminta pihak yang mengontrak rumah tersebut untuk bertanggungjawab karena ada kelalaian,” kata Kanit Pidum Ipda Dodi Heriansyah, kepada TribunBengkulu.com, Senin (28/11/2022).

Dari hasil olah TKP dan penyelidikan yang dilakukan Polres Bengkulu Selatan, pascaperistiwa itu, kebakaran Sekretariat Pendamping Desa itu disebabkan karena korsleting listrik.

Namun, untuk membuktikan apakah korsleting listrik itu karena kelalaian manusia atau faktor lain, polisi akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kami akan melakukan penyelidikan apakah memang ada kelalaian dalam peristiwa kebakaran itu,” ungkap kanit pidum.

Dalam tuntutannya, Weny meminta pertanggungjawaban secara keperdataan dari PPK Pendamping Desa atas kelalaian yang menyebabkan rumahnya ludes terbakar.

Tuntutan itu sesuai dengan surat perjanjian kontrak Nomor 02/SR-BS/PPK3/P3MD/I/2022 tanggal 10 Januari 2022.

Bahkan, dalam surat dan laporan yang dibuat oleh Weny, surat tersebut turut ditembuskan ke beberapa pajabat negara seperti Presiden Republik Indonesia, Kapolri dan Kemendes PDTT.

Untuk diketahui, peristiwa kebakaran kantor Pendamping Desa itu terjadi Minggu, (30/10/2022) sekitar pukul 23.30 WIB. Ketika itu kantor dalam keadaan kosong.

Sebab pendamping desa sedang pulang ke Kota Bengkulu. Kebakaran tersebut menghanguskan seluruh bangunan rumah, dua unit sepeda motor dan dokumen penting milik pendamping desa.

Baca juga: Hampir 2 Tahun Tidak Nafkahi Anak, Ayah di Bengkulu Dilaporkan Mantan Istri ke Polisi

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved