Santriwati Korban Dugaan Pelecehan Seksual di Ponpes, Kini Dapatkan Pendampingan Hukum

Saat ini korban sudah mendapatkan pendampingan dari lembaga bantuan hukum (LBH) GP Ansor Kepahiang. 

Panji Destama/ Tribunbengkulu.com
Ketua LBH GP Ansor Kepahiang, Bastian Ansori saat diwawancarai oleh Tribunbengkulu.com, pada Senin (28/11/2022) terkait pendampingan hukum yang diberikan kepada santriwati yang diduga menjadi korban pelecehan seksual di salah satu Pondok Pesantren di Kepahiang. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Seorang santriwati di salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Kepahiang, yang diduga menjadi korban pelecehan seksual beberapa waktu lalu, kini mendapatkan pendampingan hukum. 

Saat ini korban sudah mendapatkan pendampingan dari lembaga bantuan hukum (LBH) GP Ansor Kepahiang. 

Hal itu dibenarkan oleh Ketua LBH GP Ansor Bastian Ansori, saat diwawancarai oleh Tribunbengkulu.com, pada Senin (28/11/2022). 

"Kami ditunjuk oleh pihak keluarga korban untuk menjadi kuasa hukum korban sejak 25 November 2022 lalu," ungkap Bastian. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Ditetapkan Naik 8,1 Persen, UMP Bengkulu 2023 Jadi Rp 2,4 Juta

Bastian mengungkapkan, pada tanggal 28 Oktober 2022 lalu pihak keluarga korban sudah melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dialami santriwati ini ke Polres Kepahiang.

Sedangkan, untuk kejadian dugaan pelecehan seksual itu terjadi pada tanggal 7 Oktober 2022 lalu.

Selain itu, pihak keluarga sudah menunjuk LBH GP Ansor Kepahiang untuk mengikuti proses hukum yang sedang berjalan di Kepolisian. 

"Kami berterimakasih dengan pihak kepolisian karena sudah menanggapi laporan ini. Kami juga yakin pihak kepolisian akan bekerja dengan profesional dan penuh integritas," tuturnya. 

Setelah pihaknya berkoordinasi dengan pihak kepolisian, memang saat ini masih dalam tahap penyelidikan, setelah 28 Oktober 2022 lalu dilaporkan oleh pihak korban. 

Di tahap penyelidikan ini sudah dipanggil beberapa orang saksi untuk dimintai keterangan oleh polisi, namun pihak LBH GP Ansor saat ditanya alat bukti dalam kasus ini pihaknya belum berkenan menyampaikannya. 

Baca juga: DPRD Bengkulu Tengah Ingatkan HKI Perbaiki Aset Negara yang Rusak Akibat Pembangunan Tol Bengkulu

"Teman-teman silahkan menanyakannya langsung ke pihak kepolisian terkait alat bukti dari kasus ini," jelasnya. 

Selain itu dalam proses hukum kasus ini, pihaknya yang ditunjuk sebagai kuasa hukum korban (santriwati) yang diduga mengalami pelecehan seksual oleh oknum di salah satu ponpes di Kepahiang. 

Pihaknya nanti juga akan diikut sertakan dalam gelar perkara kasus ini, untuk mengetahui sejauh mana proses hukum yang berjalan. 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved