Sidang Ferdy Sambo

Curhat Eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Karier di Polri Terhambat Gegara Ferdy Sambo

AKBP Ridwan Soplanit dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) sebagai saksi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022).

Editor: Hendrik Budiman
Abdi Ryanda Shakti/TribunNews.com
Eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta AKBP Ridwan Soplanit menjadi saksi perkara penghalangan penyidikan atau obstruction of justice kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J atas terdakwa Irfan Widyanto di Pengadilan Negeri Jakarta, Kamis (3/11/2022). Curahan hati (Curhat) Mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit karirnya terhambat di Polri lantaran kasus Ferdy Sambo. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Curahan hati (Curhat) Mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit karirnya terhambat di Polri lantaran kasus Ferdy Sambo.

AKBP Ridwan Soplanit dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) sebagai saksi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2022).

Ridwan dihadirkan untuk terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi secara langsung dalam ruang sidang.

Di persidangan, Ridwan turut mengungkapkan, akibat terseret kasus tewasnya Nofriansyah Yoshua Hutabarat kariernya di Polri harus terhambat.

Hal itu bermula atas pertanyaan majelis hakim PN Jakarta Selatan kepada Ridwan soal sanksi apa yang diterimanya karena kasus ini.

"Saudara mendapatkan hukum apa?" tanya majelis hakim Wahyu Iman Santosa dalam persidangan.

"Demosi yang mulia," kata Ridwan.

"Demosi selama?" tanya lagi hakim Wahyu.

"8 tahun yang mulia," kata Ridwan.

Dari situ majelis hakim menanyakan apa kesalahan Ridwan Soplanit dalam kasus ini sehingga harus menerima demosi atau pemberhentian kenaikan pangkat di Polri.

Baca juga: Respons Pengacara Soal Rekening Gendut Ferdy Sambo Disorot Dengan Pengeluaran Rp 600 Juta Perbulan

Kata Ridwan, dirinya disebut tidak profesional saat menjalankan tugas yang saat itu merupakan pimpinan tim olah TKP pertama di rumah dinas.

"Atas kesalahan apa?" tanya lagi hakim.

"Kurang profesional yang mulia," jawab Ridwan.

"Di mana letak tidak profesional?" timpal Hakim Wahyu.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved