Desa Kota Niur Bengkulu Tengah Terancam Hilang Akibat Perluasan Lahan Tambang

Akibat adanya perluasan lahan tambang, Desa Kota Niur Kecamatan Semidang Lagan Kabupaten Bengkulu Tengah terancam hilang.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
HO Doni Erian
Salah satu patok yang dipasang oleh pihak PT KRU yang tepat berada di wilayah Desa Kota Niur yang akan digunakan sebagai syarat mendapatkan izin IPPKH dari kementerian, Selasa (29/11/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Akibat adanya perluasan lahan tambang, Desa Kota Niur Kecamatan Semidang Lagan, Kabupaten Bengkulu Tengah terancam hilang.

Pasalnya, PT Kusuma Raya Utama (KRU) yang bergerak dibidang tambang batubara diduga memasang patok untuk perizinan operasi tambang masuk ke dalam wilayah desa Kota Niur.

Bahkan, patok batas tambang itu sudah sampai di depan rumah masyarakat Desa Kota Niur. 

Baca juga: Situs Cagar Budaya di Bengkulu Bakal Dijadikan Resto, Pihak PT. Pos Klaim Sudah Sesuai Aturan

Hal itu pun, sempat memancing marah masyarakat Desa Kota Niur, bahkan dalam musyawarah belum lama ini antara masyarakat desa dengan pihak perusahaan terjadi keributan. 

Akibatnya, pihak PT KRU pun mencabut patok yang sebelumnya telah dipasang di depan rumah warga. 

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kebupaten Bengkulu Tengah Doni Erian, yang juga putra asli Desa Kota Niur menjelaskan, peristiwa keributan itu terjadi sekitar dua bulan belakang. 

Doni juga mengaku, telah menyampaikan kepada masyarakat jangan berhenti disini pasca paotok itu dicabut. 

Sebab, patok yang sudah sempat dipasang itu kemungkinan besar sudah didokumentasikan oleh pihak perusahaan dan tidak menutup kemungkinan pihak perusahaan dapat menerbitkan izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH). 

"Kalau izin itu nanti diterbitkan oleh pemerintah pusat bisa menjadi sebuah bencana bagi Desa Kota Niur. Dan tidak menutup kemungkinan desa Kota Niur terancam habis dan hanya meninggalkan nama," ujar Doni kepada TribunBengkulu.com, Selasa (29/11/202). 

Selain itu, kondisi Desa Kota Niur juga diperparah oleh adanya Kawasan Taman Hutan Buru Semidang Bukit Kabu yang tepat berada di sisi yang berlawanan dengan lokasi tambang. 

"Dari sisi kiri ditekan oleh taman buru, disisi kanan ditekan oleh PT KRU, kalau semua itu diakomodir, maka Desa Kota Niur bisa saja hanya tinggal nama," ungkapnya. 

Akibat adanya persoalan lahan ini, sejumlah bantuan yang sebelumnya sempat diperuntukkan untuk Desa Kota Niur menjadi batal lantaran lahan yang sebelumnya milik warga terdata di BPN sebagai lahan taman buru. 

Halaman
12

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved