Mesin Pabrik Sawit Meledak

Kasus Mesin Pabrik Sawit Meledak di Bengkulu Selatan, Polisi Akan Jemput Hasil Lab dari Polda Sumsel

Ledakan mesin rebusan di PT SBS, Jumat (21/10/2022), terus berlanjut. Dalam waktu dekat, polisi segera jemput hasil lab di Polda Sumsel.

Ahmad Sendy Kurniawan Putra/TribunBengkulu.Com
Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan, Iptu Fajri A. Chaniago, Selasa (28/11/2022) menjelaskan perkembangan kasus ledakan mesin rebusan PT SBS beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Kasus meledaknya mesin rebusan di PT SBS, Jumat (21/10/2022) lalu terus berlanjut, dalam waktu dekat polisi segera jemput hasil lab di Polda Sumsel.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu Selatan, Iptu Fajri A. Chaniago membenarkan, jika hal tersebut masih berlanjut dan hasil akan segera diketahui.

"Iya benar masih dalam proses. Dimana, hasil akan dijemput oleh unit tipidter, pada Jumat (2/12/2022) mendatang ke Polda Sumsel," kata Iptu Fajri kepada TribunBengkulu.com, Selasa (29/11/2022).

Baca juga: Dua Petani di Bengkulu Selatan Tertangkap Simpan 255 botol miras Diwarung Sembako

Sementara, penyelidikan atau proses hukum di PT SBS terhadap dengan hasil lab yang saat ini belum pihaknya terima.

Jika sudah diterima, maka dipastikan kejelasan perkara ini segera menemukan titik terang.

"Hasil kita terima, penyidik dapat menyimpulkan. Jika hasil belum keluar, maka penyidikan belum bisa dilakukan," ungkap Kasat.

Untuk diketahui, atas kejadian tersebut dua orang karyawan PT SBS meninggal dunia. Dan PKS berhenti melakukan produksi TBS sawit menjadi CPO.

Polres Periksa 9 Orang Saksi

Tercatat, sampai saat ini. Penyidik Polres Bengkulu Selatan, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) sudah melakukan pemeriksaan terhadap 9 Saksi.

Ke 9 saksi tersebut meliputi pihak manajemen PT SBS, Tim pengawasan yaitu Disnakertras Provinsi Bengkulu dan Tim Laboratorium Forensik Polda Sumsel.

Kanit Tipidter Satreskrim Polres Bengkulu Selatan, Ipda Novaldy Bagaskara menjelaskan Agenda kedepan pihaknya akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap perizinan operasi maupaun pihak yang mengekuarkan izin.

"Kalau pasca ledakan saksi sudah kita periksa. Bahkan, hasil lab yang dikirim ke Labfor masih menunggu hasil. Agenda selanjutnya dalam waktu dekat pihak perizinan dan izin PT SBS turut kita lakukan pemeriksaan," jelas Ipda Novaldy kepada TribunBengkulu.Com, Selasa (1/11/2022).

Sementara, jika semua sudah selesai dilakukan. Maka pihaknya akan mengambil hasil Labfor Polda Sumsel. Kemudian, hasil akhir baru akan diketahui kepastianya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Oknum Kepsek di Bengkulu Diduga Cabuli Siswi, Modus Obati dari Gangguan Jin

"Semua sudah selesai, kita akan melakukan gelar perkara. Jika memenuhi unsur maka pastinya ada tersagka dalam perkara ini. Jika tidak ada masalah dipastikan penyelidikan akan dihentikan," kata Noval.

Bahkan, Berdasarkan keterangan dari 9 saksi tersebut. Dugaan sementara tetap pada human error. Lantaran, Dinaskertras Provinsi Bengkulu, dua pekan sebelum ledakan pihaknya baru melakukan pengecekan terhadap PKS tersebut.

"Dari keterangan baru dilakukan pengecekan. Tetapi itu kan hasil dari mereka, kita akan terus mendalami dan mengembangkan kasus tersebut," kata Kanit Tipidter.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved