Kejati Bengkulu Geber Periksa Sejumlah Saksi Terkait Dugaan Korupsi 3 Paket Jalan di Mukomuko

Namun, pengerjaan dilakukan dengan aspal hotmix, yang seharusnya digunakan untuk jalan provinsi. Dari situ, muncul dugaan pelanggaran hukum mark up. 

Penulis: Romi Juniandra | Editor: M Arif Hidayat
Romi Juniandra/Tribunbengkulu.com
Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Bengkulu, Pandoe Pramoe Kartika mengatakan jika pemeriksaan sejumlah saksi dugaan korupsi 3 paket jalan di Mukomuko tahun 2021 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Bengkulu terus melakukan pemeriksaan sejumlah saksi di dugaan korupsi 3 paket jalan di Mukomuko tahun 2021.

Pada Selasa (29/11/2022), sejumlah saksi kembali diperiksa, yang berasal dari pihak konsultan perencana, seperti Direktur Utama (Dirut) CV Cakra Manunggal, Itnu Subagio.

Selain Itnu Subagio, ada juga Dirut CV Pribia, Dwi Oktarini.

Dugaan pelanggaran hukum dalam kasus ini adalah adanya mark up untuk pengerjaan tipe jalan. Dimana, tipe jalan yang harusnya dibangun adalah jalan desa, yang tidak memakai aspal hotmix.

 

Namun, pengerjaan dilakukan dengan aspal hotmix, yang seharusnya digunakan untuk jalan provinsi. Dari situ, muncul dugaan pelanggaran hukum mark up. 

 

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Bengkulu, Pandoe Pramoe Kartika mengatakan pemeriksaan ini terus dilakukan, untuk melengkapi berkas yang diperlukan oleh penyidik.

 

"Kita panggil lagi kalau memang diperlukan, supaya terbentuk keterangan yang kita butuhkan," kata Pandor kepada TribunBengkulu.com, Selasa (29/11/2022).

 

Kasus ini berawal 3 paket pekerjaan rekonstruksi peningkatan jalan Kabupaten Mukomuko tahun 2021. Kemudian, ditemukan dugaan perbuatan melawan hukum dalam program ini, yaitu pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan kontrak kerja. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved