OTT Oknum Wartawan Bengkulu Tengah

Wartawan Gadungan Terjaring OTT, Hanya Butuh 3 Hari Bisa Peras Eks Sekdes di Bengkulu Tengah

Sa (37) wartawan gadungantertangkap tangan oleh Polres Bengkulu Tengah lantaran melakukan pemerasan terhadap mantan Sekdes di Bengkulu Tengah, Ra

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
HO Polres Bengkulu Tengah
Sa (37) saat diamankan Satreskrim Polres Bengkulu Tengah yang diduga melakukan pemerasan terhadap mantan Sekdes di Bengkulu Tengah, Rabu (30/11/2022). 

Ralat Redaksi:

Semula redaksi menyebut Sa sebagai wartawan. Namun belakangan diketahui Sa bukan merupakan wartawan. Dia adalah wartawan gadungan. Terimakasih.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Sa (37) wartawan gadungan yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Polres Bengkulu Tengah lantaran diduga melakukan pemerasan terhadap mantan Sekdes di Bengkulu Tengah, Rabu (30/11/2022). Diketahui hanya butuh 3 hari untuk melakukan hal tersebut.

Diakui korban, Japardi (44) mantan Sekdes Tanjung Raman, Kecamatan Taba Penanjung Bengkulu Tengah, pelaku menghubungi korban pertama kali pada Senin (28/11/2022) lalu. 

Saat itu, korban dihubungi melalui telfon oleh pelaku. Melalui telfon pelaku saat itu mengaku dari wartawan dan meminta untuk bertemu secara langsung dengan korban. 

"Saya lagi di Pulau Baai waktu itu, dia ngajak ketemu, saya kira ada apa, akhirnya kami bertemu di area Pagar Dewa," ujar Japardi kepada TribunBengkulu.com, Rabu (30/11/2022). 

Dalam pertemuan pertama itu, korban diancam akan dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Bengkulu Tengah. 

"Kata Pelaku saya terlibat kasus korupsi Dana Desa Tanjung Raman 2019 lalu, padahal kasus itu sudah vonis, saya jawab saja saya tidak terlibat,“ kata Japardi. 

Besoknya (29/11/2022) pelaku mengirimkan foto berkas laporan penyalahgunaan jabatan dan dugaan keterlibatan korban dalam kasus korupsi dana Desa 2019 lalu kepada korban melalui pesan whatsapp. 

"Sesudah ngirim foto laporan itu, pelaku telfon ngajak ketemu lagi, akhirnya kami bertemu di Kelurahan Surabaya Kota Bengkulu," ungkapnya. 

Dalam kesempatan itu lah, pelaku meminta korban membayar uang senilai Rp 40 juta, yang nantinya uang tersebut dipergunakan untuk menutup kasus tersebut. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved