OTT Wartawan Gadungan Bengkulu Tengah

Fakta-fakta OTT Wartawan Gadungan di Bengkulu Tengah: Barang Bukti Rp 10 Juta-Diwarnai Tembakan

Seorang pria yang mengaku wartawan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Satreskrim Polres Bengkulu Tengah, Rabu (30/11/2022).

Editor: Yunike Karolina
HO Polres Bengkulu Tengah
OTT polisi di Bengkulu Tengah. Satreskrim Polres Bengkulu Tengah saat berhasil mengamankan wartawan gadungan yang diduga melakukan pemerasan terhadap mantan Sekdes di Bengkulu Tengah, Rabu (30/11/2022). 

Ralat Redaksi:

Semula redaksi menyebut Sa sebagai oknum wartawan. Namun belakangan diketahui Sa bukan merupakan wartawan. Dia adalah wartawan gadungan. Terimakasih.

 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Seorang pria yang mengaku wartawan terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Satreskrim Polres Bengkulu Tengah, Rabu (30/11/2022).

SA (37) yang mengaku sebagai wartawan media online, warga Desa Dusun Pulau Kecamatan Air Rami Kabupaten Mukomuko terjaring OTT saat diduga melakukan pemerasan terhadap mantan Sekdes Tanjung Raman Kecamatan Taba Penanjung Bengkulu Tengah.

Berikut sederet fakta terkait wartawan gadungan terjaring OTT polisi di Bengkulu Tengah yang dirangkum TribunBengkulu.com.

Kronologi OTT, Amankan Rp 10 Juta

Kasat Reskrim Polres Bengkulu Tengah,Iptu Donald Sianturi menjelaskan, penangkapan SA bermula saat pihaknya mendapatkan informasi terkait dugaan pemerasan terhadap mantan Sekdes Tanjung Raman.

Sebelumnya, Desa Tanjung Raman sempat terkait perkara kasus korupsi Dana Desa (DD) tahun 2019, namun kasus tersebut sudah inkrah dan Kades serta Bendahara Desa sudah divonis oleh hakim.

"Sa ini mengaku wartawan dari Media Garuda, kemudian pelaku memaksa korban dengan ancaman akan memasukkan surat pengaduan ke Kejari Bengkulu Tengah. Jika tidak ingin dilaporkan, pelaku meminta korban memberi uang sebesar Rp 40 juta," kata Donald kepada TribunBengkulu.com, Rabu (30/11/2022). 

Korban yang ketakutan pun menyanggupi untuk memberikan sejumlah uang kepada pelaku senilai Rp 10 juta.

"Setelah kita mendapatkan informasi bahwa korban dan pelaku akan melakukan pertemuan, kita langsung mendatangi lokasi pertemuan keduanya yang berada di rumah makan di Kecamatan Talang Empat," ujar Donald.

Ternyata benar, pihak kepolisian mendapati pelaku masih berada rumah makan tersebut dan pelaku langsung diamankan tanpa perlawanan. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved