Petani di Rejang Lebong Nekat Curi Mesin Molen Sekolah untuk Biaya Istri Melahirkan

Terungkap alasan petani inisial SA nekat mencuri mesin molen milik SD di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.

Panji Destama/ TribunBengkulu.com
Konferensi pers kasus pencurian mesin molen milik Sekolah Dasar (SD) di Rejang Lebong. Tersangka SA dan barang bukti saat dihadirkan di jumpa pers di Polres Rejang Lebong, Kamis (1/12/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

 

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Terungkap alasan petani inisial SA nekat mencuri mesin molen milik SD di Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu.

SA warga Desa Tanjung Dalam Kecamatan Curup Selatan Kabupaten Rejang Lebong diamankan Tim 45 Satreskrim Polres Rejang Lebong, pada Rabu (30/11/2022) lantaran mencuri mesin molen. 

Usai konferensi pers kasus pencurian mesin molen di Polres Rejang Lebong pada Kamis (1/12/2022) siang, tersangka SA mengungkapkan alasannya ikut-ikutan mencuri mesin molen.

"Saya nekat mencuri mesin molen sekolah itu, karena saya butuh uang untuk lahiran anak saya nanti," kata SA saat dirinya menuju ke ruang tahanan Polres Rejang Lebong.

Saat ditanya oleh awak media, mesin molen yang ia curi itu, apakah sudah dijual? namun SA tidak banyak bicara dan langsung masuk ke sel tahanan Polres Rejang Lebong.

Bermodal Tang dan Kunci

Kejadian itu terjadi pada bulan 3 Agustus 2022 lalu, di salah satu sekolah dasar di Desa Turan Baru Kecamatan Curup Selatan. 

Dalam aksinya pelaku beraksi bersama dengan rekannya. Rekan SA saat itu datang ke rumah SA mengajaknya untuk mencuri mesin molen. 

"Keduanya ini lalu menuju lokasi kejadian, pelaku ini membawa tang dan kunci pas untuk membuka mesin molen lalu membawanya dengan sepeda motor," tutur KBO Satreskrim Polres Rejang Lebong, Iptu Deny Fita Mochtar. 

Barang hasil curian itu dibawa para pelaku ke rumah pelaku SA, keesokan harinya pihak pelapor mengetahui mesin molennya hilang. 

Pelapor lalu melaporkannya ke Polres Rejang Lebong, guna ditindaklanjuti.

Setelah menerima laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut. Lalu dari penyelidikan itu, polisi menemukan petunjuk tentang keberadaan pelaku. 

"Pelaku kami amankan di rumahnya, untuk satu orang pelaku lainnya berinisial TUR sudah masuk ke DPO," jelas Tonny. 

Dari tangan pelaku polisi menyita satu mesin molen yang dicurinya. Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 363 KUHP ayat (2) tentang pencurian dengan pemberatan, dan terancam 9 tahun kurungan penjara. 

 

Baca juga: BREAKING NEWS: Tol Bengkulu - Taba Penanjung Segera Beroperasi, Selama Sosialisasi Masih Gratis

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved