Tol Bengkulu Lubuklinggau

Tol Bengkulu-Lubuklinggau Tak Jadi Prioritas Utama, Begini Penilaian Pakar Ekonomi

tol Bengkulu - Lubuklinggau hanya berdampak pada dua kota utama yaitu Kota Bengkulu dan Kota Lubuklinggau.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Romi/TribunBengkulu.com
Situasi di gerbang tol Bengkulu-Taba Penanjung, Rabu (4/5/2022) siang. Direncanakan tol Bengkulu-Taba Penanjung akan dioperasikan secara resmi mulai besok, Sabtu (3/12/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kabar akan segera dioperasikannya Tol Bengkulu- Taba Penanjung tentu menggembirakan bagi semua warga Bengkulu, namun hal ini juga masih menyelipkan kekhawatiran akan nasib kelanjutan seksi pembangunan tol Bengkulu selanjutnya.

Dari 3 sesi yang direncanakan, baru 1 sesi tuntas yaitu Kota Bengkulu-Taba Penanjung Bengkulu Tengah.

Sementara 2 sesi lagi yaitu Kepahing-Taba Penanjung, Lubuklinggau-Kepahiang hingga saat ini belum ada kepastian jadwal pelaksanaan.

Untuk diketahui, tol Bengkulu-Lubuklinggau sepanjang 95 km ini masuk dalam tol Trans Sumatera yang terbagi dalam tiga sesi.

Sesi pertama Taba Penanjung – Bengkulu memiliki panjang 17,6 kilometer.

Seksi kedua yaitu Kepahiang – Taba Penanjung sepanjang 23,7 kilometer dan seksi ketiga Lubuklinggau – Kepahiang dengan panjang 54,5 kilometer.

Ekonomi Provinsi Bengkulu, Prof. Dr. Kamaludin, MM menilai jika merujuk beberapa berita tol Bengkulu - Lubuklinggau tidak menjadi perioritas utama, maka memang agak sulit direalisasikan untuk tahun 2023 bahkan 2024.

"Bisa jadi pemerintah pusat memperioritaskan  yang memiliki dampak ekonomi yang besar, seperti pergerakan penduduk dan pergerakan barang dan jasa," ungkap salah satu Profesor Bengkulu ini.

Ia menjelaskan tol Bengkulu - Lubuklinggau hanya berdampak pada dua kota utama yaitu Kota Bengkulu dan Kota Lubuklinggau.

Sedikitnya, berdampak untuk Kabupaten Kepahiang. Sehingga bisa dilihat mobilitas penduduk terhadap kedua kota ini. Baik jumlah penduduk maupun barang dan jasa tidak begitu signifikan.

"Memang tidak sebanding antara anggaran yang digelontorkan dengan manfaat ekonomi yang didapat," paparnya.

Ia justru berpandangan jika ingin memperlancar Bengkulu dan Lubuklinggau cukup dengan memperlebar jalan Nasional yang ada sekarang tentu dengan dana yang tidak begitu besar.

"Beberapa poros jalan seperti di Bali, Aceh Ke Sumatera Utara juga memperlebar jalan nasional, " tukasnya.

Halaman
1234

Ikuti kami di

AA
KOMENTAR
© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved