Yuk Saksikan Bunga Rafflesia Mekar Menggantung di Akar, Lokasinya di Liku Sembilan Cuma 15 Menit

Bunga Rafflesia Arnoldi yang merupakan ikon Provinsi Bengkulu kembali mekar di kawasan Hutan Lindung Kabupaten Bengkulu Tengah, Sabtu (3/12/2022). 

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: M Arif Hidayat
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Salah satu wisatawan saat berfoto disamping bunga Rafflesia Arnoldi yang memiliki ukuran tak biasa dan mekar menggantung diatas akar, Sabtu (3/12/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Bunga Rafflesia Arnoldi yang merupakan ikon Provinsi Bengkulu kembali mekar di kawasan Hutan Lindung Kabupaten Bengkulu Tengah, Sabtu (3/12/2022). 

Bunga dengan ukuran raksasa tersebut mekar tepat di sekitar jalan Lintas Bengkulu - Kepahiang kilometer 46.

Butuh waktu sekitar 15 menit berjalan kaki dengan menuruni perbukitan untuk tiba di lokasi bunga Rafflesia yang mekar tersebut. 

Allazi (47) pengelola bunga Rafflesia di Kabupaten Bengkulu Tengah menjelaskan, ukuran bunga Rafflesia kali ini sangat besar hingga berdiameter 1 meter. 

"Baru ini saya menemukan bunga Rafflesia sebesar ini, biasanya hanya berdiameter 80 centimeter," ujar Allazi kepada TribunBengkulu.com, Sabtu (3/12/2022). 

Selain ukurannya yang raksasa, Bunga Rafflesia kali ini juga menarik lantaran tergantung dan menempel di akar pohon. 

"Ini lah yang menjadi saya tarik, karena bunganya tidak menempel di tanah melainkan tergantung di akar pohon, jadi biar tidak patah, kita berikan penyangga," kata Allazi. 

Saat ini, bunga Rafflesia tersebut baru mekar selama dua hari sehingga masih bisa dinikmati hingga 4 hari kedepan sebelum membusuk. 

"Paling bagusnya dan mekar sempurna itu besok Minggu (4/12/2022), tetapi masih bisa dinikmati hingga Rabu (7/12/2022)," ungkap Allazi. 

Sementara itu, Tri Melyo (28) salah satu pengunjung yang berasal dari Kota Bengkulu mengungkapkan sangat kagum dengan penampakan bunga Rafflesia ini. 

"Ini lah ikon Bengkulu yang harus terus dilestarikan dan dijaga, sebab saat ini habitatnya sudah mulai terancam akibat pembangunan dan perambahan hutan, dan mari kita jaga sama-sama bunga yang sangat unik dan cantik ini" kata Tri.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved