Warga Bengkulu Lapor Hotman Paris

ART di Bengkulu Lapor Hotman Paris Ngaku Dirudapaksa hingga Hamil Anak Majikan, Dipolisikan

Kasus ART di Bengkulu yang mengaku dirudapaksa anak majikan hingga hamil 6 bulan dan sampai melapor ke Hotman Paris, masih berproses di Polda Bengkulu

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Tangkapan Layar Instagram @Hotmanparisofficial
Tangkapan Layar Instagram @Hotmanparisofficial. Warga Bengkulu yang dikabarkan seorang ART (Asisten Rumah Tangga) melapor ke Hotman Paris, mengaku menjadi korban rudapaksa anak majikan hingga membuatnya hamil. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kasus Asisten Rumah Tangga (ART) di Bengkulu yang mengaku dirudapaksa anak majikan hingga hamil 6 bulan dan sampai melapor ke Hotman Paris, masih berproses di Polda Bengkulu.

Namun untuk kasus yang saat ini tengah diselidiki adalah dugaan persetubuhan dengan terlapor ART yang dilaporkan sang majikan ke Polda Bengkulu.

Penasehat hukum pelapor, Ana Tasia Pase mengatakan kasus ini dalam tahap penyelidikan di Unit PPA Ditreskrimum Polda Bengkulu.

Dari keluarga pelapor, ibu, bapak, dan juga anak atau korban (persetubuhan) juga sudah diperiksa penyidik. Sementara, dari pihak terlapor, atau ART berinisial IO tersebut, akan diperiksa pada Selasa (6/12/2022).

"Kasusnya sedang berjalan. Yang seharusnya minta didesak ya kita, karena kita pelapor," kata Ana kepada TribunBengkulu.com, Minggu (4/12/2022).

Awalnya, pihak keluarga majikan membuat dumas atau pengaduan masyarakat di Polda Bengkulu. Kemudian, dumas tersebut naik menjadi laporan polisi.

Anak atau korban ini juga belum mendapatkan perlindungan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Sejauh ini, baru Dinas Sosial yang memberikan pendampingan.

"Terima kasih sebenarnya kita ucapkan ke Hotman Paris. Jadi anak juga mendapatkan hak-haknya, perlindungannya dari pihak-pihak terkait," kata Ana.

Ana Tasia menyebutkan bahwa kejadian ini tidak seperti yang diadukan oleh ART tersebut ke Hotman Paris.

Kronologis kejadian ini disebutkan terjadi pada akhir Juni 2022 lalu. Saat itu, anak atau korban yang masih berumur 17 tahun sedang tidur di ruang karaoke.

Kemudian, ART dengan inisial IO (20 tahun) masuk ke ruang karaoke, dan membujuk rayu anak untuk berhubungan suami istri. ART ini disebutkan merayu dengan cara dicium dan diraba.

"korban tidak mau, tapi terus didesak. Pintu ditutup ART," kata Ana.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved