Harga Karet Anjlok

Bahan Baku Karet Semakin Sulit, Supplier Karet di Bengkulu Tengah Terancam Gulung Tikar

Bahan baku karet di Kabupaten Bengkulu Tengah semakin sulit didapatkan, selain banyak petani yang beralih ke perkebunan lain, kondisi harga yang renda

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Harga karet anjlok. Kondisi salah satu pabrik karet di Bengkulu Tengah yang tidak bisa melakukan penjualan sebab tidak ada permintaan, Kamis (8/9/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Bahan baku karet di Kabupaten Bengkulu Tengah semakin sulit didapatkan, selain banyak petani yang beralih ke perkebunan lain, kondisi harga yang rendah pun membuat pihak perusahaan pabrik karet maupun supplier kesulitan mendapatkan bahan baku karet.

Rasul salah satu Supplier Karet Kabupaten Bengkulu Tengah, mengungkapkan saat ini dirinya hanya bisa bertahan dengan kondisi yang bisa dikatakan krisis mendapatkan bahan baku karet dari petani. 

Kondisi ini disamping harga karet yang tak menentu, banyak petani juga sudah mengalih fungsikan lahannya ke perkebunan kelapa sawit.

"Untuk saat ini harga karet di tingkat petani masih sekitar Rp 6 ribu perkilogram, sebenarnya kalau soal harga tidak begitu masalah jika bahan baku karet mudah didapat alias karetnya banyak," ungkap Rasul, Senin (5/12/2022).

Sulitnya mendapat pasokan karet ini bisa mengancam supplier karet di Bengkulu Tengah gulung tikar alias bangkrut. 

Biasanya para supplier untuk perminggunya bisa mendapatkan bahan baku mencapai 100-120 ton. Namun sekarang hanya bisa memenuhi kurang dari setengahnya, hanya 40 ton perminggu, maksimalnya hanya 50 ton perminggunya.

"Kondisi ini sudah berjalan empat bulan terakhir, tidak hanya kita supplier, kondisi perusahaan juga semakin sulit dan terancam tutup. Sebab informasi yang didapat perusahaan selalu menutupi bengkaknya operasional perusahaan," kata Rasul.

Rasul berharap, ada solusi dari pemerintah daerah, baik itu kabupaten maupun provinsi, karena jika kondisi ini dibiarkan, tidak menutup kemungkinan semua yang bergelut dengan karet akan bangkrut.

"Saat ini kita hanya bisa tabah dan sabar, menunggu sampai akhir tahun, apakah ada perkembangan soal harga karet atau semakin parah," ujarnya. 

Jika kondisi usaha dibidang karet semakin parah, Rasul mengaku akan mencoba usaha lain. 

"kita terpaksa banting setir mencari pekerjaan lain kalau tidak ada perubahan. Mau melapor ke Gubernur juga belum tentu dia paham dan mau mendengarkan serta mencarikan solusinya, apalagi bupati di Bengkulu Tengah yang saat ini tidak ada," keluh Rasul.

 

Baca juga: ART Ngadu ke Hotman Paris Jadi Korban Rudapaksa Anak Majikan, Ternyata Sempat Lapor Polda Bengkulu

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved