Warga Bengkulu Lapor Hotman Paris

Dituding Tolak Laporan ART hingga Berujung Pengaduan ke Hotman Paris, Begini Klarifikasi Polisi

Polda Bengkulu membantah informasi yang menyatakan jika mereka menolak adanya laporan dugaan Rudapaksa, yang dialami seorang ART di Bengkulu.

Penulis: Beta Misutra | Editor: Yunike Karolina
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno menegaskan, Polda tidak pernah sama sekali menolak laporan yang disampaikan oleh ART bersama penasehat hukumnya beberapa waktu lalu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Polda Bengkulu membantah informasi yang menyatakan jika mereka menolak adanya laporan dugaan Rudapaksa, yang dialami seorang Asisten Rumah Tangga (ART) di Bengkulu.

Menurut pihak Polda informasi tersebut harus diluruskan sehingga tidak menjadi informasi yang menyesatkan di masyarakat.

Jangan sampai masyarakat beranggapan bahwa ART tersebut mengadu kepada pengacara Hotman Paris, setelah adanya penolakan laporan yang disampaikan pada Polda Bengkulu.

Sebelumnya, ART ini melapor ke Hotman Paris jika sudah menjadi korban rudapaksa anak majikannya hingga hamil 6 bulan.

Keluhan ART ini pun semakin menyita perhatian publik karena dia yang awalnya menuntut pertanggungjawaban anak majikan, malah dilaporkan balik atas kasus dugaan persetubuhan dengan anak bawah umur.

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Sudarno menegaskan, Polda tidak pernah sama sekali menolak laporan yang disampaikan oleh ART bersama penasehat hukumnya beberapa waktu yang lalu.

Hanya saja pihak kepolisian meminta kepada ART bersama penasehat hukumnya untuk melengkapi bukti, yang akan menjadi dasar laporan kepada pihak kepolisian.

Namun usai diminta untuk melengkapi bukti awal atas kasus dugaan Rudapaksa yang dialaminya, ART bersama pengacaranya tidak kunjung datang kembali.

"Kalau pemerkosaan kan ada paksaan ya, nah setelah dia sama pengacara diminta untuk melengkapi bukti diawal dulu, disuruh kembali malah tidak kembali," ungkap Sudarno.

Sementara itu dari pihak majikan, sebelumnya juga telah melaporkan ART tersebut ke Polda Bengkulu atas dugaan pelecehan anak di bawah umur.

Mengingat anak majikan dikabarkan memperkosa ART hingga hamil, masih berusia sekitar 17 tahun saat kejadian tersebut terjadi.

Saat ini laporan tersebut sudah ada dan sedang berproses di Polda Bengkulu, yang disampaikan pada tanggal 29 Oktober 2022 lalu.

Laporan dari pihak majikan yang juga didampingi penasehat hukum ini, diterima oleh Polda karena diklaim sudah memiliki bukti awal.

"Sepertinya seperti itu," ungkap Sudarno saat ditanyai prihal bukti awal laporan persetubuhan anak dibawah umur yang dilaporkan pihak majikan.

Sementara itu saat ditanyai terkait dengan status dari anak majikan yang dikabarkan merupakan cucu dari salah satu mantan penjabat yang ada di Bengkulu, pihak Polda masih enggan memberi keterangan.

"Saya belum mendalami, nanti kita lihat, karena saya belum baca keseluruhannya," kata Sudarno.

Baca juga: Hotman Paris Kembali Unggah soal ART Diduga Dirudapaksa Anak Majikan, Sebut Kapolda Bengkulu

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved