Harga Karet Anjlok

Harga Karet di Bengkulu Tengah Anjlok, Karet Kering Hanya Rp 15 Ribu per Kilogram

Harga komoditas karet di Kabupaten Bengkulu Tengah terus anjlok sejak 4 bulan terakhir, dan harga karet kering hanya dihargai Rp 15.000 per kilogram.

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Yunike Karolina
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Warga Bengkulu Tengah Yusuf saat membeli karet sortir dari tauke lainnya, Senin (5/7/2022). Harga karet di Bengkulu kembali anjlok. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Harga komoditas karet di Kabupaten Bengkulu Tengah terus anjlok sejak 4 bulan terakhir, dan harga karet kering hanya dihargai Rp 15.000 per kilogram, Senin (5/12/2022).

Penurunan harga karet tersebut terjadi di seluruh pabrik pengolahan karet di Bengkulu Tengah, lantaran permintaan dari pasar internasional yang terus mengalami penurunan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Personalia PT Batanghari Bengkulu Pratama (BBP), Haulan Ismadi saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com.

Haulan menjelaskan anjloknya harga komoditas karet di Kabupaten Bengkulu Tengah disebabkan menurunnya permintaan hasil olahan karet dari konsumen baik itu permintaan ekspor maupun dalam negeri. 

"Kalau dulu dalam satu bulan kita bisa ekspor hingga 2000 ton, sedangkan saat ini kita hanya menjual sekitar 700 ton saja perbulan, itu pun penjualan di dalam negeri," ujar Haulan, Senin (5/12/2022).

Penurunan permintaan karet ini merupakan dampak dari krisis energi global dan pandemi Covid-19. 

"Sebenarnya penurunan pembelian ini terjadi sejak 2020 awal, secara bertahap terus menurun hingga saat ini, awal-awal covid dulu masih ada permintaan ekspor kalau sekarang sudah tidak ada lagi," ungkapnya. 

Demi menekan kerugian, pihak perusahaan terpaksa menurunkan biaya produksi, bahkan melakukan PHK kepada puluhan karyawan.

"Tentu biaya produksi harus diturunkan, salah satunya dengan cara menurunkan harga beli karet dari petani dan melakukan pemecatan terhadap sejumlah karyawan," katanya. 

Saat ini di PT BBP, harga karet kering tanpa kadar air dibeli dengan harga Rp 15 ribu perkilogram. 

"Itu karet kering, biasanya kadar air karet dari petani di Bengkulu Tengah ini mencapai 50 persen, sehingga rata-rata kita membeli karet dengan harga Rp 7 ribu perkilogram," ungkapnya. 

Haulan memprediksi kondisi seperti ini akan semakin parah pada 2023.

"Sampai Februari tahun 2023 kondisi ini belum akan membaik, mungkin bisa jadi tambah parah, karena krisis energi global juga semakin parah," kata Haulan.

Baca juga: Populer Lokal Sepekan di Bengkulu: UMP Naik, Tol Bengkulu-Lubuklinggau, ART Ngadu ke Hotman Paris

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved