Sidang Ferdy Sambo

Kesaksian Kuat Maruf Sebut Putri Candrawathi Menangis Sambil Berkata 'Yosua Sadis Sekali'

Kuat menceritakan bahwa pada saat itu dirinya melihat Yosua seperti mengintip pintu kamar Putri di lantai dua.

Editor: Hendrik Budiman
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti/Kolase
Terdakwa perkara pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Kuat Ma'ruf memberikan tanda cinta 'finger heart' atau 'Saranghaeyo' love ala Korea dengan menyilangkan jari jempol dan telunjuk kepada pengunjung sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/12/2022). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, Kuat Ma'ruf mengatakan, almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J sempat disebut-sebut namanya saat istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi menangis di Magelang.

Hal itu diungkapkannya dalam kesaksiandi persidangan pada Senin (5/12/2022).

Kuat menceritakan bahwa pada saat itu dirinya melihat Yosua seperti mengintip pintu kamar Putri di lantai dua.

Dia pun kemudian mengagetkan Yosua.

"Weh!" ujarnya kepada Yosua pada saat itu.

Dikagetkan seperti itu, Yosua pun lari menghindari Kuat.

Dia pun langsung mengejar Yosua ke lantai satu.

Begitu tiba di lantai satu dan melihat ART yang lain, Susi, Kuat meminta bantuan untuk mengecek Putri.

Susi pun bergegas menuju kamar Putri sementara Kuat masih mengejar Yosua.

Tak lama kemudian, Kuat mendengar Susi berteriak dari lantai dua.

"Susi teriak 'Ibu! Ibu!'"

Baca juga: Hakim Yakin Ada yang Ditutupi Ricky Rizal, Rela Korbankan Keluarga Sendiri Demi Sambo

Dengan segera, dia kembali ke lantai dua menuju kamar Putri.

Dia pun membuka sedikit pintu kamar itu dan melihat Putri menangis di kamarnya.

Kondisi Putri saat itu disebut Kuat tergeletak di lantai sembari menangis.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved