Dugaan Korupsi Bupati Rejang Lebong

Polda Bengkulu Proses Laporan Kasus Dugaan Korupsi Bupati Rejang Lebong Soal Dana CSR Bank Bengkulu

Polda Bengkulu Proses Laporan Dugaan Tindak Pidana Korupsi Bupati Rejang Lebong

Penulis: Beta Misutra | Editor: Hendrik Budiman
Beta Misutra/TribunBengkulu.com
Gedung Ditreskrimsus Polda Bengkulu. Polda Bengkulu membenarkan adanya laporan terkait dugaan kasus korupsi, yang dilakukan oleh Bupati Rejang Lebong, Syamsul Effendi. 

Laporan Reporter Tribun Bengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Polda Bengkulu membenarkan adanya laporan terkait dugaan kasus korupsi, yang dilakukan oleh Bupati Rejang Lebong, Syamsul Effendi.

Sebelumnya Bupati dilaporkan oleh salah satu pengacara di Bengkulu, Tarmizi Gumay terkait adanya dugaan gratifikasi dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) Bank Bengkulu untuk perbaikan lampu jalan.

Selain itu Tarmizi Gumay juga melaporkan dugaan pemotongan uang Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) terhadap sejumlah Kepala Dinas (Kadis) yang ada di Kabupaten Rejang Lebong.

Terkait adanya laporan tersebut, saat ini pihak kepolisian sudah memproses laporan yang masuk ke Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Bengkulu tersebut.

Baca juga: Polisi Identifikasi Mayat Laki-laki yang Ditemukan Mengapung di Danau Talang Kering Rejang Lebong

"Kalau diperiksa kan tidak apa-apa diperiksa," ungkap Kabid Humas Polda Bengkulu, Sudarno, Senin (5/12/2022).

Menurutnya, saat ini pihak kepolisian sedang memproses laporan tersebut dengan melakukan klarifikasi-klarifikasi kepada pihak-pihak terkait.

Karena untuk pembuktian adanya dugaan korupsi ini membutuhkan bukti dan juga fakta-fakta.

"Kalau ada laporan pasti kita proses, kemudian kita klarifikasi, itu hal yang normal. Apakah benar itu ada gratifikasi atau tidak, ya seperti itu prosesnya," ujar Sudarno.

Baca juga: Dalami Laporan Kasus Dugaan Korupsi Bupati Rejang Lebong, Polda Bengkulu Periksa Pelapor

Ia mengungkapkan, dalam mengumpulkan bukti-bukti berdasarkan laporan yang masuk, tentunya pihak kepolisian mengalami beberapa kendala dan kesulitan.

Karena dalam suatu laporan, bisa saja informasi yang disampaikan oleh pelapor itu benar dan ada juga yang salah.

"Semua laporan yang masuk ke kita pasti akan kita tindaklanjuti, nanti kita lihat apakah endingnya memenuhi unsur tidak pidana, atau tidak," kata Sudarno.

Pelapor Sudah Diperiksa dan Serahkan Bukti

Sebelumnya, pelapor, Tarmizi Gumai hari ini, Rabu (30/11/2022) lalu sudah dipanggil pihak Ditreskrimsus Polda Bengkulu, terkait laporan dugaan kasus korupsi tersebut.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved