Warga Bengkulu Lapor Hotman Paris

Viral ART Ngaku Dirudapaksa Anak Majikan hingga Lapor Hotman Paris, UPTD PPA Angkat Bicara

Saat itu, UPTD PPA memberikan beberapa alternatif penyelesaian masalah ini, terutama agar diselesaikan secara kekeluargaan oleh 2 keluarga.

Penulis: Romi Juniandra | Editor: Yunike Karolina
Tangkapan layar instagram @hotmanparisofficial
Tangkapan layar unggahan instagram @hotmanparisofficial soal ART di Bengkulu diduga jadi korban rudapaksa anak majikan. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Romi Juniandra

 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Bengkulu, Ainul Mardiati angkat bicara mengenai viralnya kasus ART yang mengaku dirudapaksa hingga hamil anak majikan di Bengkulu.

Ainul membenarkan, bahwa pada 27 September 2022 lalu, ART berinisial IO (20 tahun) ini pernah mendatangi UPTD PPA Provinsi Bengkulu.

Saat itu, ada 4 orang yang datang ke UPTD PPA, 2 orang penasehat hukum, ART, dan 1 kakak ART.

"Kami terima dengan baik. Kami akan mendampingi, baik korban atau pelaku," kata Ainul kepada TribunBengkulu.com, Senin (5/12/2022).

Saat itu, UPTD PPA memberikan beberapa alternatif penyelesaian masalah ini, terutama agar diselesaikan secara kekeluargaan oleh 2 keluarga.

Ainul juga menegaskan bahwa tugas UPTD PPA adalah memberikan pendampingan, konseling, hingga dan menyediakan kebutuhan korban, seperti psikolog.

"Karena kalau sudah masuk ranah hukum, kami tidak bisa intervensi," jelas dia.

Meski demikian, ternyata mereka (pihak ART) memilih melapor ke Polda Bengkulu, yang kemudian tidak bisa dilanjutkan, karena dinilai tidak cukup bukti.

Setelah pelaporan di Polda, ART datang lagi ke UPTD PPA, dan masih diterima dan didengarkan keluhan serta harapannya.

Setelah itu, ada pihak yang menelepon pihak UPTD PPA, laki-laki, menanyakan apakah bisa didampingi. Jawaban tetap sama, yaitu bisa, tapi bukan di ranah berhadapan dengan hukum.

Ainul sendiri merasa jika dari pihak ART tidak kooperatif, dan meminta UPTD PPA mendampingi di luar wewenang UPTD PPA itu sendiri.

"Bukan tidak respon, tapi mereka tidak kooperatif," kata Ainul.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved