Kawasan Tanpa Rokok

63 Persen Pria Dewasa di Bengkulu Tengah Perokok Aktif, Pemda Atur Kawasan Tanpa Rokok

Dari data kesehatan dasar Kabupaten Bengkulu Tengah tahun 2018, sebanyak 63 persen Laki-laki dewasa di Kabupaten Bengkulu Tengah merupakan perokok akt

Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
Suryadi Jaya
Kadinkes Bengkulu Tengah saat mendampingi Pj Bupati saat menandatangani nota kesepahaman bersama DPRD Kabupaten Bengkulu Tengah setelah menggelar rapat paripurna terkait pandangan akhir Raperda KTR, Rabu (7/12/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU TENGAH - Dari data kesehatan dasar Kabupaten Bengkulu Tengah tahun 2018, sebanyak 63 persen Laki-laki dewasa di Kabupaten Bengkulu Tengah merupakan perokok aktif. 

 

Maraknya perokok aktif di Kabupaten Bengkulu Tengah membuat Dinas Kesehatan Kabupaten mengusulkan dibuatnya peraturan daerah yang mengatur terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR). 

 

Kepala Dinkes Bengkulu Tengah, Gusti Miniarti menjelaskan, tidak hanya orang dewasa, saat ini bahkan anak dibawah umur juga sudah banyak yang merokok. 

 

Baca juga: Polisi Lebong Sita Ratusan Botol Miras Hingga Alat Ini saat Operasi Pekat

"Untuk jumlah perokok anak kita tidak tahu pasti berapa, tetapi saya sudah melihat beberapa kali ada anak dibawah umur yang merokok, artinya ini kan sudah mengkhawatirkan," kata Gusti kepada TribunBengkulu.com, Rabu (7/12/2022). 

 

Meski belum diketahui pasti berapa jumlah perokok aktif yang masih anak-anak, Gusti mengatakan, seluruh masyarakat harus saling mengingatkan agar tumbuh kembang anak tidak dipengaruhi oleh rokok. 

 

Diketahui dalam usulan Perda KTR yang masih menunggu keputusan itu pun sudah diatur terkait pembatasan penjualan rokok kepada anak-anak dibawah umur. 

Baca juga: Gubernur Bengkulu Warning Truk Batu Bara Bemuatan Diatas 8 Ton di Luar Jam Operasional

 

"Nanti akan kita tempel semua di warung-warung yang ada di Bengkulu Tengah, bahwa dilarang menjual rokok kepada anak dibawah umur, kalau kedapatan akan dikenakan sanksi," kata Gusti. 

 

Namun, saat dikonfirmasi terkait apa bentuk sanksinya, Gusti belum ingin memberikan penjelasan yang spesifik. 

 

"Nanti kita lihat setelah disahkan, nanti kita sampaikan berapa sanksi yang akan diberikan kepada pelanggar," ungkap Gusti.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved