Santri di Kepahiang Dilecehkan

Terima SPDP Kasus Pelecehan Seksual Santriwati di Kepahiang, Jaksa Tunggu Berkas dari Penyidik

Dalam proses hukumnya, pihak Kejari Kepahiang telah menerima SPDP dari penyidik Satreskrim Polres Kepahiang. 

HO Polres Kepahiang
Pimpinan salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Kepahiang berinisial SA, yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap santriwatinya, diperiksa oleh penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Kepahiang, pada Kamis (8/12/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelecehan seksual santriwati, yang melibatkan salah seorang pimpinan pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Kepahiang. 

Sebelumnya, polisi mengungkapkan modus pimpinan Ponpes berinisial SA ini dalam kasus pelecehan seksual, dengan mengiming-imingkan korban menjadi pegawai ponpes setelah lulus dari Ponpes. 

Dalam proses hukumnya, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang telah menerima surat pemberitahuan dimulai penyidikan (SPDP) dari penyidik Satreskrim Polres Kepahiang. 

"Tanggal 5 Desember 2022 kemarin sudah kami terima, saat ini masih menunggu berkas perkara dari penyidik," ungkap Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum Kejari Kepahiang, Abdul Kahar saat dihubungi Tribunbengkulu.com, pada Jum'at (9/12/2022) magrib. 

Lanjutnya, untuk pasal yang disangkakan oleh untuk tersangka SA yakni Pasal 76 E jo Pasal 82 Ayat (2) Undang-Undang No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. 

Polisi Ungkap Modus Tersangka

Dari pemeriksaan penyidik Unit PPA Polres Kepahiang, polisi menjelaskan modus operandi dari tersangka. 

Sebelumnya, polisi telah menetapkan salah seorang pimpinan pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Kepahiang berinisial SA sebagai tersangka dalam kasus pelecehan seksual terhadap santriwati dan tersangka sudah ditahan oleh polisi. 

Kapolres Kepahiang, AKBP Yana Supriatna saat diwawancarai oleh awak media menjelaskan modus pelaku dalam menjalani aksinya ini dengan cara membujuk korbannya. 

"Terlapor mengiming-imingkan pelapor menjadi pegawai di pondok pesantren tersebut setelah selesai menjalani pendidikannya di ponpes," ungkapnya, saat diwawancarai oleh awak media, pada Jum'at (9/12/2022). 

Dalam wawancara dengan awak media ini, kapolres sempat ditanyakan apakah ada korban lain yang juga mengalami dugaan pelecehan seksual di Pondok Pesantren Tersebut. 

"Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut, apakah nanti adanya korban lain dalam kasus ini," tutupnya. 

Usai Diperiksa Tersangka Ditahan 

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved